Harga Pupuk Melejit, Petani Nanas Menjerit

45
Para petani saat memanen nanas, Rabu (05/10/2022). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Petani nanas yang ada di Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur meringis dengan harga pupuk yang semakin melambung tinggi, terlebih harga nanas tidak berdampak besar terhadap kenaikan harga nanas.

Inaq Fit, salah seorang petani nanas yang ada di Desa Lendang Nangka menceritakan bahwa saat ini ia dilema dengan kenaikan harga pupuk yang semakin melambung. Terlebih pada sektor pertanian, para petani nanas tidak mendapat bantuan pupuk subsidi seperti yang didapatkan oleh petani padi.

“Saat ini banyak petani yang tidak menanam nanas karena mahalnya harga pupuk,” ucapnya kepada Inside Lombok saat ditemui di kebunnya, Rabu (05/10).

Pupuk merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hasil pertanian, sehingga pupuk ini sangat penting adanya. Namun lagi-lagi harga pupuk yang begitu melejit menjadi faktor kegundahan para petani.

Dikatakan Fit, dari harga sebelumnya Rp250 ribu per kwintal, saat ini ia membeli pupuk seharga Rp600 ribu per kwintalnya. “Ini yang menjadi dilema kita, sehingga banyak teman- teman petani yang enggan menanam. Terlebih kita harus memupuk dua kali dalam sekali tanam, dan lama panen nanas pun lama, yakni satu setengah tahun,” jelasnya.

Senada, petani nanas lainnya, Fatma mengaku terpaksa tidak menanam nanas karena harga pupuk yang menjulang tinggi. Meskipun buah nanas juga ikut mengalami kenaikan harga, tapi tidak begitu besar bila dibandingkan dengan harga pupuk.

“Kenaikannya cuma sedikit, terus omzet yang kita dapat juga menurun karena lebih banyak biaya habis untuk perawatannya,” ungkapnya.

Melihat kondisi saat ini, para petani berharap agar harga pupuk bisa dinormalisasi. Mengingat sektor pertanian merupakan mata pencaharian terbesar masyarakat, khususnya di Lombok Timur. (den)