Lombok Barat (Inside Lombok) – Viral di media sosial soal kabar akan dibangunnya smart city senilai Rp 90 triliun di wilayah selatan Lombok Barat, tepatnya di Dusun Pengantap, Desa Buwun Mas, Sekotong, Lombok Barat. Namun, hingga saat ini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lobar belum menerima informasi dan pengajuan izin resmi mengenai teknis pengajuan pembangunan proyek dari pihak investor terkait.
“Belum sampai kepada perizinan teknis seperti izin membangun, izin lingkungan dan lain-lain yang menjadi kewenangan Kabupaten,” ungkap Kadis DPMPTSP Lobar, Heri Ramadhan, saat dikonfirmasi, Senin (30/06/2025).
Pihaknya memperkirakan bahwa kemungkinan investor yang bersangkutan saat ini masih sedang mengurus izin di Pemerintah Pusat terlebih dahulu. “Mungkin yang bersangkutan masih mengurus perizinan usaha dulu di Pusat. Mengingat ini adalah investasi asing atau penanam modal asing, yang izin masuknya kewenangan Pemerintah Pusat,” terangnya.
Saat dikonfirmasi terkait dengan status dan legalitas lahan yang nantinya akan dijadikan lokasi pembangunan proyek tersebut. Heri juga mengatakan bahwa, pihaknya belum mendapat informasi pasti mengenai hal itu. “Mungkin sedang berproses di Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Investasi. Dia eksposes dulu di Pusat, baru kemudian ekspose di Daerah,” jelasnya.
Saat ini pihaknya pun masih menunggu informasi resmi terkait rencana pembangunan mega proyek di selatan Lobar itu. “Kalau jadi (pembangunan smart city) nanti pasti yang bersangkutan datang ke Pemda Lobar untuk ekspose,” imbuh Heri.
Hal senada juga diungkapkan oleh Sekdis PU-TR Lobar, Lalu Ratnawi bahwa sejauh ini belum ada informasi permohonan pembangunan proyek yang masuk ke Dinas PU-TR Lobar. “Sampai saat ini belum ada info untuk permohonannya masuk di PU,” singkat Ratnawi.
Sementara itu, Kades Buwun Mas, Rochidi mengatakan mega proyek itu rencananya akan dibangun di kawasan Dusun Pengantap, oleh investor Marina Bay Group dari Australia. Kendati saat ini, pihak investor juga belum menjalin komunikasi dengan pihaknya “Sementara belum ada (komunikasi, Red). Tapi saya dapat info dari pak Bupati langsung beberapa waktu lalu,” tuturnya melalui pesan WhatsApp.
Dia menyebut, dari informasi sementara yang diperoleh pihaknya nantinya mega proyek smart city itu akan dibangun di lahan seluas 10 hekatre. “Ada 8 titik lokasinya, dari pinggir jalan raya ke pantai, sesuai master plan mereka. Kurang lebih 10 an ha sementara,” tandas Rochidi. (yud)

