Hingga Kini, Masih Banyak Warga Loteng Tak Percaya Adanya Covid-19

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Tim satgas penanganan Covid-19 wilayah Lombok Tengah mengakui kalau sampai saat ini masih banyak warga Lombok Tengah (Loteng) yang tidak percaya adanya Covid-19.

“Banyak pihak yang masih menyangkal Covid-19. Padahal sekarang Loteng zona merah (kasus Covid-19). Ruang isolasi penuh,” ujar Kapolres Lombok Tengah saat rapat evaluasi penanganan Covid-19, Kamis (4/3/2021) di Kantor Bupati Lombok Tengah.

Hingga 3 Maret 2021, jumlah pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan di Loteng sebanyak 59 orang dari total 483 kasus dan 23 di antaranya meninggal dunia serta 411 telah dinyatakan sembuh.

Di satu sisi, masyarakat juga semakin abay untuk menerapkan protokol kesehatan, minimal memakai masker.

Dikatakan Esty, kalau tidak cepat dilakukan penanganan, akan luas dampaknya. Terutama masalah biaya perawatan pasien Covid-19 yang harus ditanggung pemerintah daerah.

“Bagi saya lebih baik pencegahan daripada mengobati. Sehingga mematuhi protokol Covid-19 ini harus terus disampaikan berulangkali kepada masyarakat,”ujarnya.

Karena anggaran untuk penanganan Covid-19 ini pun saat ini sudah menipis, bukan hanya di pemerintah daerah namun juga di Polres Lombok Tengah. Ditambah dengan harus dilakukan refocusing anggaran.

“Anggaran sudah tidak ada, di refocusing juga. Minggu lalu itu enam yang ninggal. Jadi Lombok Tengah ini sudah parah kasus Covid-19,”tandasnya.

Senada dengan itu, Dandim 1620/Lombok Tengah (Loteng) Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan mengatakan, kasus Covid-19 di Loteng saat ini sudah lebih parah. Sehingga TNI rutin lakukan patroli.

“Di pasar Sengkol itu contohnya 90 persen tak pakai masker,”imbuhnya.

Atas hal ini, posko terpadu satgas Covid-19 dari tingkat kabupaten hingga desa yang telah dibentuk diharapkan diaktifkan kembali.
Sejauh ini sudah ada sekitar 100 posko yang sudah terbentuk di Loteng.

“Itu di masing-masing desa.Tapi tidak dioptimalkan. Sehingga harus berdayakan posko yang ada di masing-masing desa ini,”ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Loteng, HM. Nursiah saat menyampaikan kesimpulan dari rapat evaluasi tersebut mengatakan, posko satgas Covid-19 yang sudah terbentuk akan diaktifkan kembali. Meski diakui, satgas yang ada pun masih cenderung mengabaikan protokol Covid-19.

Di samping itu, satu-satunya cara untuk mengatasi Covid-19 saat ini hanya vaksin Covid-19. Karena harapan terhadap kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol Covid-19 semakin sulit dicapai.

“Kita harus masifkan vaksin Covid-19,”katanya.

Harus dipastikan juga tempat isolasi yang cukup bagi pasien Covid-19 serta memastikan petugas kesehatan, peralatan medis dan fasilitasi yang dibutuhkan untuk penanganan Covid-19 ini tersedia.