Ini Penjelasan BMKG Soal Fenomena Embun Es di Savana Peropok

Salah satu gambar yang memperlihatkan fenomena embun es di Bukit Savana Peropok, di Sembalun, Sabtu (25/07/2020). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Fenomena alam embun es beberapa hari terakhir ramai dimedia sosial, fenomena tersebut terjadi di Bukit Savana Propok, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Kejadian fenomena alam tersebut hanya terjadi di dataran tinggi seperti yang terjadi di savana Propok yang berada pada ketinggian 1934 MDPL di lembah gunung Rinjani.

Prakirawan BMKG, Aprilia Mustika Dewi menjelaskan bahwa fenomena adanya embun es yang terjadi di Bukit Savana Propok, karena saat ini NTB telah memasuki bulan puncak musim kemarau. Yaitu adanya Angin Monsun Australia atau sering disebut dengan angin timur, yang bersifat kering dan dingin berembus lebih kuat bergerak dari selatan bergerak ke utara melewati NTB.

“Ketika musim kemarau, pada saat malam hingga dini hari cuaca cenderung cerah dan sedikit tutupan awan di langit, didukung dengan angin yang tenang akan sangat mendukung pembentukan embun es,” jelasnya kepada Inside Lombok, Selasa (28/07/2020).

Lanjutnya, embun es akan muncul dipermukaan tanah, menempel di rumput dan daun-daun. Hal ini terjadi karena uap air yang terbentuk di udara terjadi karena pemanasan disiang hari akan berubah menjadi embun ketika malam hari.

“Karena suhu udara yang dingin bahkan akan berubah menjadi embun es jika suhu udara berada di bawah nol derajat celcius,” ucapnya.

Pembentukan butir es di permukaan, sangat erat kaitannya dengan faktor unsur suhu udara permukaan pada saat ini. Selain itu juga, tingkat kelembaban udara, topologi permukaan tanah, dan juga kondisi angin.

“Jadi setiap lokasi mempunyai kondisi keadaan atmosfer permukaan yang berbeda. Jika di satu tempat terjadi sementara di tempat lain tidak terjadi hal yang sama, kemungkinan besar tidak memenuhi kondisi dari faktor unsur-unsur tersebut,” ucapnya.

Fenomena embun es yang terjadi di Bukit Savana Propok sangat menarik, sehingga menambah daya tarik wisatawan untuk mendaki Bukit Savana Propok. Namun fenomena ini tentu sulit ditemukan, mengingat jadwal kemunculan fenomena ini tidak menentu.

Ketua Pokdarwis Sembalun, Royal Sembahulun juga angkat bicara mengenai fenomena ini. Ia mengatakan bahwa fenomena embun es tersebut setiap tahunnya selalu terjadi di Bukit Savana Peropok.

“Ini hanya terjadi di Savana Peropok saja, di Rinjani atau bukit lain tidak ada yang seperti itu,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa fenomena tersebut terjadi pada puncak musim dingin, yaitu bulan Juli hingga Agustus. Sama seperti yang diungkapkan pihak BMKG

“Fenomena embun es di Savana Propok mirip dengan fenomena embun es yang ada di Dieng, Jawa Tengah,” cetusnya.

Fenomena ini sangat menarik bagi masyarakat yang menyukai kegiatan pendakian. Namun BMKG menghimbau kepada masyarakat agar melengkapi perlengkapan pendakian agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti hipotermia.