Sat Pol PP Beri Shock Therapy Pelajar Tak Pakai Masker

Pelajar yang tidak patuh protokol Covid-19 diminta push up. (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Lombok Tengah terus merazia masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol pencegahan Covid-19.

Razia tersebut sekaligus untuk menghimbau dan mengedukasi masyarakat untuk patuh terhadap protokol pencegahan Covid-19.

Bagi yang tidak patuh, diberikan sanksi. Seperti yang terjadi di sejumlah sekolah di Lombok Tengah. Beberapa pelajar diminta untuk push up di depan banyak orang dan teman-temannya yang lain.

“Shock therapy bagi pelajar”,kata Kepala Sat Pol PP Lombok Tengah, H. Lalu Aknal Afandi, Selasa (28/7/2020) di Praya.

Dikatakan, push up tersebut sekaligus sebagai sanksi sosial bagi pelajar agar tidak abai terhadap protokol pencegahan Covid-19.

Setelah diberikan sanksi, banyak pelajar yang kemudian memakai masker.

Selain menyasar pelajar, razia juga dilakukan di beberapa tempat pedagang berjualan. Pedagang diminta untuk selalu memakai masker dan menyediakan tempat cuci tangan dilengkapi sabun.