Ini Skenario Lalu Lintas Saat Pelaksanaan WSBK di Sirkuit Mandalika

Kunjungan ke sirkuit Mandalika akhir pekan lalu. (Inside Lombok/istimewa)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, meninjau persiapan kejuaraan dunia superbike di sirkuit Mandalika pada akhir pekan lalu.

Peninjauan lapangan ini terkait dengan rencana penerapan skenario manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam mendukung penyelenggaraan kejuaraan World Superbike
(WSBK) di KEK Mandalika yang masuk dalam kewenangan Kemenhub sebagai pemegang otoritas manajemen dan rekayasa lalu lintas.

“Skema manajamen rekayasa lalu lintas pada saat event WSBK berlangsung perlu dibuat dengan sebaik mungkin, mengingat tidak kurang dari 50 ribu pengunjung akan menuju KEK Mandalika,”kata Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Arie Prasetyo, Senin (13/9/2021).

Manajamen rekayasa lalu lintas juga diharapkan dapat menopang pengunjung yang datang tidak hanya dalam pulau Lombok, melainkan dari luar pulau yang bisa melewati lima pintu gerbang, yakni Pelabuhan Bangsal, Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Gili Mas, Pelabuhan Kayangan dan Bandara Internasional Lombok.

Selain manajemen rekayasa, Kemenhub juga akan menyediakan armada Bus Damri sebanyak 46 unit dan pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) sepanjang jalan Bypass BIL menuju KEK Mandalika.

Hal itu guna mendukung mobilitas para penonton dan kelancaran akses saat penyelenggaraan WSBK. Armada bus dan PJU tersebut dipastikan sudah tersedia sebelum penyelenggaraan event pada bulan November 2021.

“Dalam peninjauan tersebut, Dirjen Hubdat Kemenhub bersama ITDC telah mengeksplor beberapa potensi dukungan lain untuk KEK Mandalika, seperti perbaikan sistem petunjuk jalan menuju sirkuit,”imbuhnya.

Kemudian penguatan konektivitas Surabaya dan Bali ke Mandalika, serta pengaturan zona parkir.