Mataram (Inside Lombok) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa proyek jalan tol yang menghubungkan Pelabuhan Lembar dengan Pelabuhan Kayangan akan tetap dilaksanakan. Proyek ini menjadi salah satu program unggulan dalam pemerintahan Iqbal-Dinda.
Namun, Iqbal mengakui bahwa linimasa pengerjaan proyek jalan tol tersebut cukup panjang, sehingga terlalu awal untuk memberikan kepastian mengenai tahapan pembangunan. Ia menegaskan, meski ada tantangan dalam implementasinya, proyek ini tetap menjadi prioritas utama.
“Proyek jalan tol Lembar-Kayangan tetap menjadi salah satu program unggulan kami. Meskipun linimasa pengerjaannya panjang, kami akan tetap berusaha untuk merealisasikannya,” ujar Iqbal, Kamis (6/3).
Terkait dengan pendanaan proyek ini, Iqbal menyebutkan bahwa pihaknya sedang memikirkan sumber pembiayaannya. Mengingat instruksi Presiden Prabowo untuk mengefisienkan anggaran, Iqbal memastikan akan ada penyesuaian dalam hal pendanaan.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa segala hal yang telah dijanjikan kepada masyarakat akan tetap diperjuangkan. “Memang ada tantangan dalam pendanaan, namun kami tetap berkomitmen untuk melanjutkan proyek ini. Semua yang telah kami janjikan akan kami perjuangkan,” tegas Iqbal.
Gubernur Iqbal juga menambahkan bahwa proyek jalan tol ini sangat penting untuk mendukung konektivitas antar daerah di NTB, khususnya antara Pulau Lombok dan Sumbawa. Pembangunan jalan tol ini diharapkan akan mempercepat distribusi barang dan jasa, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan perekonomian lokal, khususnya sektor pariwisata dan perdagangan.
Selain itu, jalan tol ini juga akan mempermudah akses transportasi bagi warga yang tinggal di sekitar Pelabuhan Lembar dan Kayangan, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata. Meskipun tantangan anggaran ada, Iqbal memastikan bahwa segala langkah yang diambil akan tetap memperhatikan keseimbangan antara efisiensi dan prioritas pembangunan infrastruktur yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat NTB. (gil)

