Kapal Cepat Terbakar, Tim SAR Lakukan Simulasi Penyelamatan

Simulasi penyelamatan korban kapal terbakar di Selat Lombok oleh Tim SAR. (Inside Lombok/SAR Mataram)

Mataram (Inside Lombok) – Sebuah Speed Boat (kapal cepat) terbakar saat melintas di perairan Selat Lombok, kamis (20/12)/2018 pukul 10.00 wita. Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram menerima laporan kecelakaan pelayaran tersebut dari Zen beberapa menit kemudian usai kejadian.

Kapal Cepat dengan nama Gili Cat 2 warna putih biru POB 5 orang dengan panjang 12 meter terbakar 20 menit kemudian setelah bertolak dari Gili Nanggu menuju Gili Trawangan, sekitar 3,5 km dari bibir pantai Ampenan.

Menindaklanjuti laporan yang diterima, tim SAR gabungan bergerak dari pelabuhan Lembar menuju lokasi kejadian menggunakan kapal Rescue Boat 220 Mataram dan Rigit Inflatable Boat (RIB). Setelah melakukan pencarian, pukul 11.32 wita kelima korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Seluruh korban dievakuasi menggunakan RIB dan selanjutnya dipindahkan ke kapal Rescue Boat 220 Mataram. Mereka dibawa menuju pelabuhan Lembar dan diserahkan ke PMI untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Adapun data-data korban yang terdiri dari 2 ABK atas nama M. Anshori (34) dan Rahno (35) serta 3 penumpang atas nama Alex (40) dan Suyono (45) mengalami patah tulang pada kaki kiri dan Salim (40) yang mengalami luka bakar pada lengan kanan.

Penyelamatan ini merupakan rangkaian simulasi dari Latihan SAR Daerah (Latsarda) dalam hal penanganan kecelakaan pelayaran di perairan Selat Lombok yang diselenggarakan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram selama 2 hari. Latsarda ditutup oleh I Nyoman Sidakarya Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram pada pukul 14.00 wita di Pelabuhan Lembar.

Sebelumnya, Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan yang diwaliki oleh Ketut Gede Ardana Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar membuka latihan gabungan tersebut di aula Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, Rabu (19/12) pagi

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Ardana, menyampaikan harapannya agar latihan SAR daerah ini mampu menghasilkan kesamaan langkah dan tindakan dalam pelaksanaan operasi SAR, khususnya kecelakaan pelayaran di wilayah kerja kantor SAR untuk dapat meningkatkan kecepatan pelayanan SAR (Respon Time),” ujarnya.

Sebanyak 50 peserta dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, TNI, Polri, KKP, SROP, BMKG, KSOP, BPBD dan unsur terkait lainnya ikut didalamnya.

Usai pembukaan, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram menambahkan bahwa tujuan diselenggarakannya latihan ini adalah untuk meningkatkan koordinasi dan manajemen operasi SAR khususnya pada kecelakaan pelayaran di wilayah NTB. (IL1)