Kouta Haji Kota Mataram Diumumkan Setelah Lebaran

80
Kepala Kementerian Agama Kota Mataram, H. Muhammad Amin (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Setelah ditunda akibat pandemi Covid-19, pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) Kota Mataram akan mulai dilakukan tahun ini. Diprediksi, Provinsi NTB akan mendapatkan kuota sebanyak 2000-an jamaah dan usai jamaah yang bisa diberangkatkan dibawah 65 tahun. Namun kuota haji khusus Kota Mataram akan diumumkan pasca Idulfitri.

Kepala Kementerian Agama Kota Mataram, H. Muhammad Amin mengatakan kuota khusus di Kota Mataram belum ditentukan secara khusus. Karena saat ini masih dalam tahap verifikasi. Hasil verifikasi akan disampaikan oleh pemerintah pusat.

“Verifikasi itu terkait umur maksimal 65 tahun kemudian minimal 18 tahun. Mengurutkan nomor porsi datanya sama, tapi nomor porsinya yang beda. Mana yang lebih dulu mendaftar,” katanya, Senin (25/4) pagi.

Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh, kuota yang diberikan pemerintah pusat kurang lebih 50 persen dari tahun-tahun sebelumnya. Di mana, sebelum pandemi Covid-19 jumlah jamaah yang diberangkatkan di Provinsi NTB mencapai 4000-an orang.

“Kuota yang 100.051 orang . Masih perkiraan NTB itu 2000 sekian. Untuk kurang lebih 50 persen, karena 4000 setiap tahun. Kuota masing-masing di kabupaten kota itu masih belum. Makanya ini ada surat dari kanwil untuk verifikasi,” katanya.

Penentuan hasil verifikasi akan disampaikan pemerintah pusat awal Mei atau setelah Idulfitri. Hasil verifikasi tersebut termasuk nama-nama jamaah yang akan diberangkatkan tahun ini, sesuai dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan.

“Jakarta akan mempublish siapa yang berhak untuk melunasi nanti. Jadi bukan kita. Jadi hari ini untuk verifikasi jamaah haji yang akan dikirim ke kanwil datanya dan nanti mudahan paling telat di awal Mei itu keluar pengumuman nama jamaah,” ujarnya.

Dengan keluarnya nama-nama yang akan diberangkatkan, maka akan melunasi biaya pelaksanaan ibadah haji. Meski sudah ada kejelasan terkait pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Kementerian Agama Kota Mataram belum berani memanggil CJH. Meskipun beberapa kabupaten/kota di NTB sudah mulai memanggil calon jamaah haji yang ditunda keberangkatannya sejak 2020 lalu.

“Kuota fix-nya belum. Terkait ada kabupaten kota yang sudah memanggil jamaah, kalau kami di Kota Mataram belum berani,” katanya.

Kementerian Agama Kota Mataram tegas Amin, akan menginformasikan CJH jika sudah ada nama-nama yang akan diberangkatkan dari pemerintah pusat. Informasi yang akan disampaikan terkait pemberangkatan haji tahun ini.

Jika calon jamaah dipanggil sebelum ada nama yang jelas, dikhawatirkan akan memberikan harapan palsu. “Karena ini masih proses. Beraninya kita itu setelah ada pengumuman dari Kementerian Agama. Jadi pusat yang akan verifikasi,” pungkasnya. (azm)