Loteng Juara Pertama STQ ke 26 Tingkat Provinsi NTB

Peserta kafilah Lombok Tengah. Annisa Maulida (kanan) juara pertama kategori tafsir bahasa Arab putri, Emi Aswarina (tengah) juara pertama ketegori hifzhil golongan 20 juz putri dan Muhammad Yazid Huda (kiri) peraih juara pertama kategori hifzhil golongan 5 juz dan tilawah putra, Kamis (8/4/2021). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Lombok Tengah (Loteng) menjadi kafilah terbaik pertama dalam seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Provinsi NTB ke 26 yang telah digelar beberapa hari ini di Mataram. Itu artinya, Lombok Tengah berhak mewakili Provinsi NTB pada Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke 26 tahun 2021 di Provinsi Maluku.

Sejumlah peserta kafilah Loteng, bercerita tentang perjuangan mereka hingga akhirnya menjadi juara umum pada STQ tahun ini. Di antaranya adalah Emi Aswarina (18).

Dara yang baru lulus dari pondok pesantren Al Aziziah, Kapek Gunung Sari tersebut peraih juara pertama cabang Hifzhil Qur’an golongan 20 juz ini mengaku sangat berat menjaga hapalannya. Namun, dia tekun murojaah atau mengulang hafalan Al Qur’an secara terus menerus.

“Saya usahakan untuk tetap konsisten. Kalau mood saya lagi bagus murojaah sampai 10 juz sehari,”kata Emi saat datang ke Kantor Bupati Lombok Tengah, Kamis (8/3/2021).

Hal yang juga tidak kalah penting untuk menjaga hapalan Al Qur’an nya adalah dengan tetap menjaga hati dan pandangan. Sehingga hapalan Al Qur’an tidak terganggu.

Emi yang memiliki cita-cita sebagai dosen ini selalu morojaah sebelum dan sesuadah solat subuh. Karena dinilai sebagai waktu terbaik.

“Selesai nya (murojaah) saat sudah ngantuk,”tuturnya.

Selain meraih juara pertama di STQ tingkat provinsi, dia juga pernah meraih juara dua dan tiga. Serta meraih juara pertama di tingkat kabupaten.

“Mulai dari kategori tartil pernah juara. Provinsi tiga kali, juara satu sampai tiga,”ujarnya.

Senada dengan itu, peraih juara pertama cabang Hifzhil Qur’an golongan lima juz dan tilawah putra, Muhammad Yazid Huda mengaku selalu mengulang hafalannya minimal tiga juz per hari.

Santri kelas II Aliyah di Ponpes Nurul Qur’an Lendang Simbe, Praya tersebut berusaha selalu istikomah untuk mengulang hapalan dan latihan tilawah setiap hari.

“Memang persiapan dari dulu. Waktu masuk pondok sudah mulai latihan. Pokoknya tetap tekun. Itu intinya,”katanya.