Lotim Masuk Zona Merah Covid-19, Warga Lakukan Social Distancing

Penyemprotan Disinfektan di Musala As-sunnah oleh Pemdes Aikdewa Kecamatan Pringgasela, Lotim pada Kamis (26/03/2020). (Inside Lombok/Deni Zarwandi)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Kabupaten Lombok Timur kini ditetapkan sebagai daerah paling banyak penyumbang pasien corona yakni dua orang positif, tiga PDP (pasien dalam pemantauan) dan dan 66 ODP (orang dalam pemantauan). sehingga ditetapkan menjadi daerah dengan status zona merah (red zone).

Dalam mengantisipasi penyebaran wabah covid-19 ini, Pemdes di seluruh desa yang ada di Kabupaten Lotim ini melaksanakan imbauan dari Bupati Lotim. Salah satunya tentang social distancing dan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat ibadah.

Seperti yang dilakukan oleh salah satu Desa di Kabupaten Lombok Timur, yaitu Desa Aikdewa. Mustofa bakri selaku Sekdes di Desa Aikdewa mengatakan, ia akan melaksanakan imbauan dari Bupati Lombok Timur untuk menjaga kebersihan dan memantau masyarakat untuk tidak memperbanyak aktivitas di luar rumah.

“Kami telah mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kesehatan diri dengan mencuci tangan minimal delapan jam sekali. Kami juga telah mengimbau agar masyarakat lakukan social distancing, penyemprotan disinfektan dan mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar shalat jamaah sementara waktu”, ucap Mustofa, Kamis (26/03/2020).

Ditetapkannya Lotim sebagai zona merah membuat masyarakat menjadi lebih khawatir. Banyak masjid mulai ditutup untuk mencegah penyebaran wabah covid-19 ini.

Bupati Lombok Timur H M Sukiman Azmy mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tetap waspada. Menjaga kebersihan dan menjalankan imbauan dari pemerintah agar masyarakat dapat memutus rantai penyebaran virus ini.