LPA NTB Khawatirkan Tekanan Psikologis Dua Pelajar Pacaran di IC

460
Gedung Islamic Center NTB (Inside Lombok/Hazazi)

Mataram (Inside Lombok) – Dua orang pelajar yang terekam bermesraan di area Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB masih terus dilacak asal sekolah dan identitasnya. Pasalnya, pembinaan dan pendampingan diakui perlu diberikan, khususnya terhadap dampak psikologis yang mungkin muncul setelah video mereka viral di linimasa.

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram bersama tim dari Dewan Anak pun masih berusaha mencari kedua pelajar tersebut. Ketua LPA Kota Mataram, Joko Jumadi mengatakan pelacakan dua pelajar tersebut agar lebih mudah memberikan edukasi. Karena menurutnya saat ini, kedua pelajar tersebut mengalami tekanan psikologi.

“Sementara ini kita lagi nyari. Kita belum ketemu identitasnya. Kemarin saya sudah minta tim dari Dewan Anak untuk mencari, karena anaknya mungkin mengalami tekanan psikologi juga,” katanya.

Ia mengatakan, tim LPA Kota Mataram akan memberikan pendampingan kepada kedua pelajar tersebut jika sudah diketahui identitasnya. Sebagai lembaga yang fokus terhadap perlindungan anak, pihaknya memberi atensi khusus. Terlebih kasus tersebut juga terjadi di wilayah Kota Mataram.

Pendampingan yang akan dilakukan berupa pemulihan psikologi dan rehabilitasi sosial. “Kalau ini kan hanya persoalan tidak ada akan proses hukum. Ya paling pemulihan secara psikologis, rehabilitasi sosial dia saja,” ujarnya.

Dari kejadian tersebut, sambung Joko, pengawasan dengan maksimal sangat penting dilakukan oleh semua pihak. Baik orang tua, guru dan masyarakat. “Saya pikir pertama pengawasan juga penting semua pihak. Sekolah termasuk bagian dalam proses pengawasan,” tegasnya.

Merujuk kasus tersebut, pihaknya menyayangkan video kedua pelajar tersebut disebarluaskan hingga menjadi konsumsi semua orang. Untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, maka edukasi sangat penting dilakukan.

Di sisi lain, penyebar video meski sulit diproses hukum, perlu sama-sama menyadari besarnya dampak yang mungkin diterima oleh pihak terkait, dalam hal ini kedua pelajar tersebut. Mengingat keduanya masih berstatus pelajar yang membutuhkan pendampingan.

Diketahui, Adanya video sepasang siswa sekolah bermesraan di area Islamic Center NTB menjadi perhatian. Pengawasan terhadap aktivitas pengunjung di IC sendiri disebut sudah cukup maksimal. Namun terkait kejadian adanya pengunjung yang melakukan hal-hal yang tidak pantas di area masjid itu sudah diberikan teguran. (azm)