LTM 8 Digelar, Pariwisata NTB “Laris-manis” di Pasar Overseas

44
Konferensi pers LTM 8 (Inside Lombok/Bayu)

Mataram (Inside Lombok) – Pamor pariwisata NTB di pasar internasional seperti tidak pernah surut. Meski diguncang pandemi Covid-19, peminatnya diakui tetap tinggi. Hal tersebut salah satunya terlihat dari animo para pelaku usaha pariwisata mengikuti Lombok Travel Mart (LTM) kedelapan yang digelar Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) NTB.

Ketua ASPPI NTB, Badrun menerangkan untuk LTM tahun ini akan diikuti 150 perwakilan pelaku usaha dari seluruh Indonesia hingga luar negeri. “Ini terdiri dari 50 (perwakilan) dari overseas. 35 tur operator di Malaysia, 16 dari Thailand, dan 2 dari Korea Selatan,” ujarnya, Kamis (16/6) di Mataram.

Diterangkan, pihaknya terpaksa membatasi jumlah peserta lantaran masih menyesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19 dan terbatasnya penerbangan. “Sebenarnya ada lebih banyak yang mau bergabung, tapi terpaksa kita batasi,” jelasnya.

Ketua Panitia LTM 8, Muhammad isnaini menerangkan tahun ini LTM akan digelar 21-23 Juni mendatang. Pada hari pertama, para peserta akan dijemput di Bandara Lombok untuk kemudian mengikuti tur heritage Kota Tua Ampenan. “Kita mengusung pesan bahwa pernah jaya sebuah pelabuhan taraf internasional pada masanya di situ. Kejayaan Kota Tua Ampenan akan kita eksplore,” ujarnya. Setelah tur di Kota Tua Ampenan, para peserta akan disuguhkan makan malam di Pendopo Gubernur NTB.

Mengambil tema “Infinite Mandalika”, hari kedua LTM 8 akan diadakan business meeting dengan para pelaku usaha, baik hotel, agen perjalanan wisata, hingga penyedia atraksi wisata. Kemudian dilakukan tur ke Sirkuit Mandalika hingga mengeksplore Pantai Kuta, dan suguhan atraksi wisata di Desa Bilebante.

“Di hari terakhir tanggal 23 (Juni) para peserta akan dipandu mengunjungi Desa Kebon Ayu di Gerung. Akan disuguhkan beberapa atraksi tradisional, stick fighting atau presean, songket, dan agrowisata Desa Kebon Ayu.

Di sisi lain, LTM 8 juga ditujukan menjadi program pendukung gelaran MXGP Samota. Beberapa peserta bahkan telah merencanakan extend untuk one day trip ke Samota Sumbawa guna menyaksikan event internasional tersebut.

“35 persen peserta LTM 8 akan direkomendasikan mengikuti kegiatan di Samota. Untuk MXGP mereka extend sampai 24-25 (Juni), tapi tidak menginap di Sumbawa karena keterbatasan akomodasi. Jadi semuanya one day trip,” jelasnya.

LTM sendiri telah dipercaya lebih dari 1179 buyer domestik serta mancanegara. Transaksi bisnis yang ditargetkan dari LTM 8 sendiri sebesar 40-50 miliar per tahun. Sehingga event tersebut diharapkan dapat mendukung dan menjadi penyemangat bangkitnya pariwisata NTB. (r)