Mataram Batalkan Sejumlah Agenda Libatkan Peserta Banyak

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, membatalkan sejumlah agenda penting yang melibatkan peserta dalam jumlah banyak sebagai bentuk upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di kota itu.

“Untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona ini, kita harus kompak dan melaksanakan apa yang sudah menjadi kebijakan pemerintah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Seda Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Senin.

Menurutnya, sejumlah agenda dibatalkan itu antara lain pada Kamis (19/3) pertemuan dengan 1.800 kader, Jumat (20/3) pertemuan dengan kepala lingkungan se-Kota Mataram bersama para pemangku kepentingan terkait antisipasi bencana, termasuk sejumlah agenda tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Selain itu, kegiatan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), peringatan Hari Bumi dan kegiatan Imlek fun run night sudah kami koordinasikan untuk batalkan,” katanya.

Namun demikian, terkait dengan agenda keagamaan berupa pawai Ogoh-Ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1942, pada tanggal 24 Maret 2020, masih menunggu hasil koordinasi Bakesbangpoldagri NTB dengan panitia pelaksana Pawai Ogoh-Ogoh.

Hal itu sudah disampaikan langsung ke Gubernur NTB, agar segera disikapi sebab kegiatan itu bagian dari dimensi keagamaan dan ritual yang dilaksanakan, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat kegiatan tersebut.

“Dalam upaya preventif kita dihadapkan dua hal. Jika kita biarkan adanya pertemuan-pertemuan skala besar maka akan menjadi potensi media penyebaran virus yang efektif. Kalau acara itu tidak dilaksanakan, bisa bertentangan dengan apa yang dilakukan umat Hindu di Mataram bahkan di Indonesia secara umum,” katanya.

Terkait dengan itu, diharapkan tim dari Bakesbangpoldagri NTB bisa segera berkoordinasi dengan panitia pelaksana, agar formula kegiatannya dapat diatur sehingga apa yang menjadi tujuan bersama bisa tercapai tanpa merugikan pihak lain.

“Menurutnya kami, formulasinya yang perlu diatur agar bisa meminimalkan penyebaran virus Corona pada saat warga berkumpul pada satu forum besar yang dipastikan kalau ada yang terapar, akan menularkan kepada yang lain,” katanya menutup.

Selain membatalkan sejumlah agenda, kata Martawang, pemerintah kota juga meniadakan kegiatan car free day yang dilaksanakan setiap hari Ahad di Jalan Udayana selama dua pekan.

“Selama 14 hari ke depan, pemerintah kota juga tidak menerima kunjungan kerja dari daerah manapun dan kita juga tidak akan melakukan perjalanan ke luar daerah,” katanya. (Ant)