24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaBerita UtamaMeninggal di Malaysia, Warga Buwun Sejati Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Meninggal di Malaysia, Warga Buwun Sejati Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Lombok Barat (Inside Lombok) – Sahri Ramdan, seorang warga Dusun Batu Asak, Desa Buwun Sejati Narmada dikabarkan meninggal dunia dengan luka tusuk di bagian dada di sebuah perkebunan kelapa sawit di Desa Paloh, Distrik Kluang, Johor, Malaysia. Jenazah pria yang berusia 28 tahun itu ditemukan pada 7 Juni 2025 lalu, dini hari sekitar pukul 03.54 AM waktu setempat. Jenazah korban pun kabarnya baru akan dipulangkan Selasa (10/06) sore ini.

Jumanti, ayah korban menerangkan bahwa dari penuturan rekan-rekan korban yang ada di Malaysia bahwa pada malam kejadian, korban dan kelima temannya yang lain pergi mencari ayam hutan. “Setelah dapat ayam, dia (korban, Red) pulang (ke basecamp) trus balik lagi. Setelah balik itu langsung hilang tidak ada kabar lagi. Pada saat itu dia keluar berenam, tapi sendiri dia gak balik,” ungkapnya saat ditemui di rumah duka, Selasa (10/06/2025).

Kelima teman korban itu pun disebutnya merupakan rekan sesama orang Lombok yang juga bekerja di sana. Bahkan tiga diantaranya warga satu desa dengan korban. Ketika teman-teman korban yang lainnya berusaha mencari ke tengah perkebunan, ditemukan lah korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan bersimbah darah.

Jumanti mengaku informasi awal yang diterima keluarga korban kala itu masih simpang siur, lantaran awalnya korban dikatakan meninggal akibat diseruduk kerbau. Namun setelah pihak keluarga melihat foto kondisi korban saat berada di rumah sakit, muncul kecurigaan dugaan pembunuhan. “Ada yang mengirimkan fotonya. Ada luka tusuk di bagian dada kanan dan sekitar paha,” bebernya.

Akibat simpang siurnya informasi penyebab kematian korban, keluarga pun meminta adanya keadilan dari aparat penegak hukum setempat. Bahkan, dari informasi yang diterima keluarga seluruh teman kerja korban sudah dimintai keterangan dan diinterogasi oleh kepolisian Malaysia. “Informasinya sih sudah ketangkap semua (terduga pelaku) yang lima orang temannya pergi malam itu,” imbuhnya.

Berdasarkan penuturan yang diperoleh dari kakak korban, sebelumnya korban pernah bercerita jika ada permasalahan dengan salah satu temannya yang saat ini sudah ditangkap. Namun korban diketahui tidak memiliki musuh. Karena di mata keluarga dan teman-temannya, almarhum dikenal sebagai sosok pemuda yang baik. Bahkan, pengakuan yang diterima keluarga dari bos tempat almarhum bekerja memetik kelapa sawit, bahwa almarhum adalah pekerja yang tekun dan gesit. “Dia disenangi sama bosnya karena suka dengan cara kerjanya,” lanjut Jumanti.

Korban yang akrab disapa Don ini pun terhitung sudah dua kali pergi ke Malaysia dan bekerja di tempat yang sama. “Kedua kali sama ini, kalau yang pertama dulu itu lulus SMA langsung pergi. Dan ini yang kedua kali,” pungkasnya.

Selain itu, keluarga juga berharap ada kepastian soal kepulangan jenazah korban agar bisa segera dimakamkan dengan layak. “Harapan kita ya ini harus diusut sampai tuntas. Karena saya paham betul sama anak saya ini, kalau ada temannya kelahi saja dia menghindar. Dia gak suka cari masalah,” pungkasnya.

Dilansir dari BBC.com bahwa lima orang teman korban tersebut kini tengah ditahan selama tujuh hari, sejak Minggu (08/06) untuk proses penyelidikan oleh kepolisian setempat. Mereka disebut akan disangkakan dengan pasal 302 KUHP Malaysia, terkait dengan pembunuhan. Yang ancaman hukumannya adalah hukuman mati. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer