Menpar Kagumi Potensi Ketahanan Pangan Agrowisata Desa Buwun Sejati

82
Menpar Sandiaga Uno, saat menyaksikan tradisi 'malean sampi' bersama warga Desa Wisata Buwun Sejati. Sabtu (25/06/2022). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Dalam kunjungannya di Desa Wisata Buwun Sejati, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahudin Uno mengaku kagum dengan ketahanan pangan agro wisata yang ada di desa tersebut. Hal itu menjadi nilai plus di samping keindahan alamnya.

“Selain panorama yang luar biasa, salah satu yang menarik juga ini adalah desa yang menunjukkan ketahanan pangan agro wisata,” ungkap Sandi, Sabtu (25/06/2022).

Di mana berbagai potensi agro wisata dan hasil alam itu yang menjadi awal mula Kades Pertamanya, Bambang Kurdi Sartono serta berbagai pihak terkait lainnya mulai menggagas kawasan tersebut menjadi Desa Wisata, setelah mekar dari Desa Sesaot. Dan diresmikan sejak 2018 silam, hingga kini berhasil lolos menjadi 50 besar Desa Wisata terbaik di Indonesia.

Menpar pun terlihat menikmati suasana persawahan sambil duduk berbaur bersama warga, sembari menyaksikan tradisi ‘Malean Sapi’ yang juga digelar warga sekitar. Ia menilai ini sebagai salah satu bukti kearifan yang timbul karena masyarakat yang agraris di Desa Buwun Sejati.

IMG 20220627 WA0040

Di tengah tantangan krisis pangan dan energi, Desa Buwun Sejati disebutnya menawarkan suatu solusi, bahwa mereka bisa mandiri dengan konsep ketahanan pangan yang dimiliki. “Jadi kita bisa melihat, ini bisa menjadi lumbung pangan kita Desa Wisata Buwun Sejati ini,” lanjutnya.

Ia berharap beragam potensi yang ada di desa yang masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2022 itu dapat dimanfaatkan dan diolah dengan baik oleh masyarakat setempat. Dengan begitu, beragam potensi lapangan kerja bisa terbuka lebar. Sehingga bisa menambah penghasilan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dalam kunjungannya, Menpar terlihat begitu menikmati sejuknya suasana di Desa Buwun Sejati, sembari melihat bentangan sawah dan hutan yang masih asri di sepanjang jalan. Selain itu, ia juga menyempatkan diri berkunjung ke wisata Aik Nyet.

Di sana Sandi turut mencicipi kopi Aik Nyet, produksi asli UMKM setempat. Bahkan, ia pun membeli beberapa bungkus lantaran merasa cita rasa kopi di kawasan itu berbeda dengan daerah lainnya.

IMG 20220627 WA0041
Menpar Sandiaga Uno, saat mencicipi kopi Aik Nyet, langsung di lokasi wisata Aik Nyet, Desa Buwun Sejati, Narmada. Sabtu (25/06/2022). (Inside Lombok/Istimewa).

Aan, salah seorang pelaku UMKM kopi Aik Nyet mengaku produksi kopi di kawasan itu masih mempertahankan cara tradisional. Mulai dari proses sangrai, sehingga cita rasanya tetap terjaga.

Ia mengaku senang kopi buatannya dicicipi Menpar dan dinyatakan memiliki cita rasa tersendiri. “Bangga tadi kopinya dicoba dan dibilang enak,” ujar Aan tersenyum.

Ia berharap, ada upaya-upaya pihak terkait lainnya untuk membantu pelaku UMKM memasarkan produk unggulannya hingga luar daerah. “Semoga bisa lebih laku dan penjualannya bisa sampai luar daerah. Untuk saat ini memang sudah sampai Sumbawa penjualan kopinya, tapi kalau daerah sini penjualannya masih di seputar Mataram dan Lombok Barat,” tandasnya. (yud)