Home Berita Utama Merchandise MotoGP, Desain Produk Unggulan Loteng Didesain Khusus

Merchandise MotoGP, Desain Produk Unggulan Loteng Didesain Khusus

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Loteng, H. Ikhsan, Kamis (8/10/2020). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Tujuh produk unggulan Industri Kecil Menengah (IKM) Lombok Tengah sudah dipastikan akan menjadi merchandise atau sovenir saat event MotoGP 2021.

Ketujuh produk tersebut adalah tenun, gerabah, rotan dan ketak. Kemudian perak, anyaman bambu, woodcraft dan makanan olahan.

Saat ini, desain ke tujuh produk unggulan tersebut sedang disiapkan untuk disesuaikan dengan konsep dari Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

“Sekarang ini sedang disiapkan desainnya biar sesuai dengan keinginan MGPA. Karena di sini IKM yang mengikuti (konsep) MGPA”,kata Ketua Asosiasi Tenun Lombok Tengah, Satriadi, Kamis (8/10/2020) di Praya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Tengah, H. Ikhsan dalam kesempatan yang sama mengatakan, produk unggulan yang menjadi merchandise event MotoGP akan didorong untuk menjadi satu paket dengan tiket nonton balap dunia tersebut.

“Kalau ada yang memilih songket, berarti harganya akan naik”, katanya.

Upaya ini dilakukan agar produk unggulan tersebut bisa laku terjual bersamaan dengan tiket nonton. Karena mengandalkan penjualan etalase saja dianggap tidak akan epektif untuk mendongkrak penjualan.

“Karena tingkat perhatian orang berbeda. Ada yang mau nonton saja, ada yang mau belanja. Kalau mau dimasukkan ke dalam satu paket, kalau batal datang pun uang (penjualan) sudah masuk”,katanya.

Selain itu, semua produk unggulan Lombok Tengah akan diupayakan untuk segera memiliki hak cipta. Sehingga tidak dijiplak oleh daerah lain. “Karena selama ini produk kita sering dijiplak akibat belum punya hak paten”,ujarnya.

Di satu sisi, diakui bahwa produksi IKM di Lombok Tengah saat ini sedang lesu akibat pandemi Covid-19. Sehingga pihaknya mendorong agar IKM tetap berproduksi untuk menyongsong event MotoGP 2021.

“Biar kita tidak jadi penoton”,katanya.

Beberapa bentuk bantuan dari pemerintah pun digelontorkan untuk mengangkat IKM dari keterpurukan dari pandemi Covid-19, di antaranya adalah bantuan presiden sebesar Rp2,4 juta dan beberapa bentuk bantuan lain.

“Kita harapkan tetap berproduksi. Pemerintah kabupaten provinsi bersinergi untuk bangkitkan UMKM”,imbuhnya.