MGPA Kaji Untung Rugi, GT World Challenge Asia Berpotensi Batal Digelar di Mandalika

704
Ilustrasi GT World Challenge Asia (Image source : otojatim.com)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Rencana gelaran GT World Challenge Asia di Sirkuit Mandalika pada tahun ini nampaknya belum pasti akan terealisasi. Pasalnya, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) masih mengkaji untung rugi yang akan didapatkan jika event tersebut jadi digelar.

“Kita bersedia kalau kita ada pemasukan juga. Saya dan bagian masih mengkaji keuntungan dari sisi keuangannya di mana,” kata Direktur MGPA, Priandhi Satria saat dikonfirmasi.

Menurutnya, promotor GT World Challenge punya keinginan besar untuk menggelar balapan di Sirkuit Mandalika. Bahkan nama Sirkuit Mandalika telah masuk kalender event musim ini. Mereka juga meminta PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) beserta MGPA untuk membenahi berbagai fasilitas pendukung di Sirkuit Mandalika untuk gelaran GT World Challenge Asia.

Sayangnya, MGPA maupun ITDC enggan melakukan semua hal itu jika tidak ada prospek pasti dari sisi keuntungan komersil. “Mereka sih ngejar-ngejar. Cuma kita dapat apa? Kalau kita mesti menanggung semua (biaya) kan buat apa. Jadi win-winnya di mana. Mereka minta fasilitas ini itu kita bersedia kalau ada pemasukannya juga,” ujarnya.

GT World Challenge Asia diyakini akan menyedot penonton dalam jumlah yang besar. Namun yang menjadi pertimbangan pihaknya adalah sisi keuangan yang lain.

Diketahui, GT World Challenge Asia 2022 menjadi salah satu balapan paling prestisius di kawasan Asia. Dari enam lintasan yang rencananya dikunjungi, hanya ada dua yang berada di luar Jepang, yakni Sirkuit Mandalika dan Sirkuit Sepang, Malaysia.

GT World Challenge Asia 2022 dijadwalkan bakal berlangsung pada 21-23 Oktober mendatang. Masuknya Sirkuit Mandalika ke dalam rencana gelaran GT World Asia ini tak lepas dari keberhasilan Indonesia menggelar dua balapan bergengsi, yakni World Superbike dan MotoGP. Bahkan ajang balap motor paling elit di dunia itu digelar dalam rentang waktu lima bulan. (fhr)