Nelayan Pondok Perasi Mulai Tempati Tenda Relokasi

Kondisi warga nelayan Pondok Perasi yang menempati lokasi relokasi di Bintrao , Kecamatan Ampenan. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Puluhan nelayan Lingkungan Pondok Perasi, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang terdampak eksekusi lahan, kini mulai menampati tenda-tenda relokasi yang disiapkan pemerintah setempat di Kelurahan Bintaro.

“Sampai saat ini sudah ada 40 kepala keluarga (KK) atau sekitar 160 jiwa telah menempati tenda yang kami siapkan untuk relokasi sementara,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, Jumat.

Mahmuddin yang dikonfirmasi di sela memantau proses perpindahan warga Pondok Perasi,  Kecamatan Ampenan,   ke lokasi relokasi di Bintaro mengatakan, dengan telah pindahnya 40 KK tersebut kini masih tersisa 43 KK yang harus segera pindah.

Pasalnya, lahan seluas 80 are yang telah dihuni warga nelayan puluhan tahun itu, sudah harus dikosongkan pada Sabtu (21/12), sesuai dengan batas perpanjangan waktu eksekusi.

“Karena itu, hari ini kami akan membantu warga untuk memindah barang-barangnya dengan melibatkan satgas pada beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) dan kendaraan, terutama mobil pick up,” katanya.

Selain itu, kami juga segera nenambah pemasangan tenda sekitar 20 unit agar dapat menampung warga yang akan direlokasi. Saat ini sudah terpasang 11 tenda keluarga dan 2 tenda ukuran besar.

Warga akan menempati tenda sementara, karena saat ini juga tim sedang menyiapkan fondasi dan lapak untuk pembangunan hunian sementara (huntara), yang ditargetkan rampung pada Minggu (22/12).

“Harapannya hari Minggu, warga sudah bisa menempati huntara yang akan menggunakan konstruksi sekolah sementara SMPN 6 Mataram ketika gempa bumi 2018,” katanya.

Mahmuddin menambahkan, hingga saat ini belum ada warga nelayan yang mau direlokasi ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Mandalika atau Selagalas.

“Awalnya, ada yang sudah mendaftar, tetapi entah apa pertimbangan warga, mereka semua akhirnya memilih tinggal pada lokasi relokasi yang telah disiapkan,” katanya. (Ant)