Disperkim Usulkan Pembukaan Akses Jalan Utama Rusunawa Nelayan

Persiapan fasilitas akses jalan ke lokasi hunian sementara di Bintaro bagi warga Pondok Perasi, Kecamatan Ampenan yang terdampak eksekusi lahan. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengusulkan pembebasan lahan untuk pembukaan akses jalan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) nelayan di Bintaro, agar akses jalan rusunawa bisa langsung ke jalan utama Saleh Sungkar.

“Pembukaan akses jalan untuk akses rusunawa ke jalan utama Saleh Sungkar itu akan lebih efektif dibandingkan menggunakan akses jalan saat ini,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, Jumat.

Ia mengatakan, jika melihat kondisi lahan untuk pembangunan rusunawa nelayan saat ini dengan akses jalan yang akan dibuka, maka luas lahan yang dibutuhkan untuk dibebaskan sekitar 12 are.

Dengan perhitungan, lebar jalan enam meter panjang 203 meter dari pagar rusunawa nelayan yang akan terbangun. Dengan asumsi kebutuhan anggaran sekitar Rp360 juta, apabila harga lahan Rp30 juta per are dikalikan 12 are.

“Kebutuhan pembebasan lahannya, tidak terlalu banyak. Untuk itu, kami akan upayakan agar lahan untuk jalan bisa segera dibebaskan sehingga bisa menjadi akses rusunawa nelayan yang lebih efektif,” katanya.

Menurutnya, apabila pembebasan lahan sudah rampung, maka proses pembangunan jalan tersebut akan menjadi ranah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan pembangunan.

“Kalau kami bertugas untuk melakukan penataan areal jalan di areal rusunawa dan penataan ruang terbuka hijau (RTH),” katanya.

Sementara Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Miftahurrahman yang dikonfirmasi terkait rencana pembukaan jalan baru untuk rusunawa nelayan, memberikan respons positif.

“Pembukaan jalan baru untuk akses utama ke rusunawa nelayan menuju Jalan Saleh Sungkar, cukup bagus dan efektif,” katanya.

Menurutnya, jika akses jalan rusunawa nelayan langsung ke Saleh Sungkar, berbagai upaya penataan kawasan tersebut akan lebih mudah, termasuk untuk mengontrol dan ketika terjadi bencana evakuasi bisa lebih cepat.

“Kalau kita gunakan akses jalan yang sekarang, terlalu jauh dan sempit sehingga alat berat dan lainnya agak sulit masuk,” katanya. (Ant)