25.5 C
Mataram
Kamis, 5 Februari 2026
BerandaBerita UtamaNTB Tinggalkan Pola Lama: Desa Berdaya Fokus Kemandirian, Bukan Bantuan Sesaat

NTB Tinggalkan Pola Lama: Desa Berdaya Fokus Kemandirian, Bukan Bantuan Sesaat

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meluncurkan Program Desa Berdaya NTB, Selasa (16/12/2025), sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-67 Provinsi NTB. Program Unggulan 2 di bawah kepemimpinan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal ini diarahkan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem dengan meninggalkan pola bantuan sesaat menuju pembangunan berbasis kemandirian desa.

Peluncuran Desa Berdaya menegaskan perubahan pendekatan pembangunan desa di NTB. Program ini menempatkan masyarakat desa sebagai subjek pembangunan melalui intervensi terpadu dan berkelanjutan, dengan sasaran utama rumah tangga miskin ekstrem serta desa-desa prioritas di seluruh NTB.

Pada tahap awal, Desa Berdaya menargetkan 106 desa miskin ekstrem, dengan implementasi tahap pertama di 40 desa. Program ini menjangkau lebih dari 7.250 kepala keluarga atau sekitar 19.000 jiwa, yang akan mendapatkan pendampingan intensif selama minimal dua tahun melalui pendekatan model graduasi.

Model graduasi yang diterapkan memastikan rumah tangga miskin dapat keluar dari kemiskinan secara bertahap dan berkelanjutan. Intervensi dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, penguatan mata pencaharian, pemberdayaan sosial, serta perluasan akses inklusi keuangan berbasis potensi lokal desa.

Selain itu, Desa Berdaya mendorong konvergensi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, sektor swasta, lembaga mitra pembangunan, serta komunitas desa. Kolaborasi ini diarahkan untuk mengembangkan potensi unggulan desa seperti pertanian, peternakan, pariwisata, ekonomi hijau, hingga energi terbarukan.

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menegaskan bahwa Desa Berdaya bukan program distribusi bantuan. “Desa Berdaya bukan program bagi-bagi bantuan. Ini adalah upaya sistematis untuk memastikan masyarakat desa benar-benar mampu berdiri di atas kaki sendiri. Kita ingin kemiskinan diputus sampai ke akarnya, dari desa,” ujarnya. Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemprov NTB menuju NTB Makmur Mendunia dengan basis kemandirian dan keberlanjutan pembangunan desa.

- Advertisement -

Berita Populer