Okupansi Hotel di Kota Mataram Belum Ada Peningkatan Signifikan

25
Ilustrasi okupansi hotel (Image source : Liputan6.com)

Mataram (Inside Lombok) – Setelah penularan pandemi Covid-19 menurun signifikan, okupansi hotel di Kota Mataram mulai terjadi peningkatan. Terlebih lagi pada saat event MotoGP lalu yang mencapai 100 persen.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, Rabu (15/6) mengatakan okupansi hotel di Kota Mataram sudah mulai menggeliat. Meskipun peningkatan okupansi ini rata-rata disumbang oleh kunjungan domestik terutama untuk kegiatan Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE).

Disebutkan, pada Mei lalu okupansi hotel di Kota Mataram mencapai 50,8 persen. Jumlah ini disebut masih normal seperti biasanya. “Ya ini masih normal lah,” katanya.

Dengan adanya event MXGP di Pulau Sumbawa pada 24-26 Juni ini, okupansi hotel di Kota Mataram diharapkan bisa meningkat dari sebelumnya. Meskipun tidak seperti event MotoGP lalu yang mencapai 100 persen. Namun bisa terjadi peningkatan dari bulan sebelumnya.

“Kalau Juni ini kita prediski bisa meningkat dari bulan Mei. Ya maksimal bisa mencapai 60-70 persen lah,” harapnya. Selama ini, peningkatan okupansi hotel didominasi oleh wisatawan lokal. “Banyak kegiatan pertemuan yang diadakan,” lanjut Denny.

Untuk memberikan kenyamanan, semua hotel di Mataram juga sudah memiliki sertifikat CHSE (kebersihan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan). Disebutkan, jumlah kamar hotel di Kota Mataram yaitu sebanyak 4.077 kamar. “Sudah CHSE semua untuk hotel,” pungkasnya. (azm)