Pecah Rekor, Penonton WSBK Lebih dari 51 Ribu Orang

85
Penonton WSBK di Sirkuit Mandalika (Inside Lombok/Ist)

Mataram (Inside Lombok) – Pelaksanaan WSBK 11-13 November akhir pekan kemarin berjalan lancar. Pada hari ketiga event, jumlah penonton bahkan memecahkan rekor setelah mencapai 51.629 orang.

Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalillah mengatakan untuk mencapai jumlah penonton tersebut membutuhkan kerja sama semua pihak. Sehingga pelaksanaan event-event selanjutnya bisa lebih baik lagi. Mengingat Maret 2023 mendatang, pelaksanaan WSBK akan kembali digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah.

“51 ribu lebih orang penonton. Semua memang butuh kerja keras. Ke depan harus semakin baik lagi . Koordinasi semakin baik karena empat bulan lagi gelaran WSBK lagi disini,” katanya.

Dari pelaksanaan WSBK tahun ini, Wagub melihat keterlibatan masyarakat lokal sebagai petugas disebut sudah lebih banyak. Hal tersebut sesuai keinginan pemerintah agar keberadaan sirkuit Mandalika bisa dirasakan oleh masyarakat setempat terutama untuk lapangan pekerjaan.

“Memang sudah jauh lebih banyak orang lokal yang diakomodir sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kita berterima kasih juga kepada MGPA dan semua bersama pemprov kerjasamanya makin bagus,” ungkapnya.

Selain keterlibatan masyarakat lokal, stan UMKM juga disebut lebih banyak dari sebelumnya. “Pengaturannya sekarang sudah UMKM yang terlibat juga sudah banyak. Mudah-mudahan kedepan lebih baik lagi ya,” harapnya.

Sementara itu, Komandan lapangan WSBK, Jamaludin Maladi mengatakan penonton sangat antusias pada saat hari ketiga pelaksanaan. “Kita saksikan bersama antusias penonton. Jadi penonton kita yang menyaksikan itu 51.629 orang. Dari hari sabtu dan minggu. mengalahkan penonton terbanyak WSBK saat ini yang terjadi di Inggris. Sebanyak 42 ribu orang penonton,” katanya.

Ia mengakui, kepadatan penonton ini tidak luput dari kerjasama semua pihak seperti pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota. Sebelumnya, pada hari kedua pelaksanaan jumlah penonton yang datang diakui sangat sedikit yaitu sekitar 5-6 ribu orang.

Kondisi itu menurutnya biasa terjadi setiap pelaksanaan event. “Kita lihat hari kedua di mana-mana ketika event apa saja hari kedua penonton sepi. Bisa mencapai 5-6 ribu. Hari ini (ketiga, Red) karena final dapat kita saksikan grandstand hampir penuh semua,” ucapnya.

Untuk menyambut event yang sama pada tahun 2023 mendatang, pemda dan pihak penyelenggara seperti ITDC, MGPA dan lainnya akan mengevaluasi kegiatan yang sudah terlaksana. Dengan demikian bisa diketahui, kekurangan yang terjadi.

“Evaluasi sementara itu ada petugas di lapangan belum siap bertugas untuk e-tiket. Itu evaluasinya,” katanya. Menurutnya, minimnya penonton yang berasal dari luar daerah sudah biasa terjadi. Karena event WSBK berbeda dengan MotoGP yang memiliki peminat sangat tinggi. “Tapi alhamdulillah untuk penonton dari luar daerah itu mencapai kurang lebih 20 persen dari 51 ribu,” pungkasnya. (azm)