27.5 C
Mataram
Sabtu, 20 Juli 2024
BerandaBerita UtamaPelabuhan Kayangan Dibenahi, Penumpang Diprediksi Naik 10 Persen

Pelabuhan Kayangan Dibenahi, Penumpang Diprediksi Naik 10 Persen

Mataram (Inside Lombok) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) cabang Kayangan memprediksi pergerakan penumpang di pelabuhan di Lombok Timur itu akan naik 5-10 persen. Kenaikkan ini jika pembenahan pelabuhan selesai, mulai dari ruang tunggu hingga penataan sejumlah pedagang di sekitar pelabuhan.

General Manager ASDP Kayangan, Masagus Hamdani menerangkan saat ini bagian pelabuhan yang telah dibenahi baru 30 persen. Pembenahan sendiri akan dilakukan bertahap, termasuk di Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat.

“Penumpang prediksinya berkisaran 5-10 persen kenaikan setelah rampung dibenahi pelabuhan,” ujar Masagus, Kamis (19/1).

Pada 2022 tercatat kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan Kayangan mencapai sekitar 117 ribu unit. Rinciannya, 600 unit kendaraan roda empat per hari, kemudian 60 unit kendaraan roda dua dan sisanya penumpang pejalan kaki.

- Advertisement -

“Kemarin di 2021 ke 2022 naiknya juga cukup bagus, naik 12 persen,” katanya.

Untuk pelayanan dan sarana di Pelabuhan Kayangan semakin ditingkatkan. Seperti penyediaan ruang tunggu VIP agar pengguna jasa dapat lebih nyaman. Kemudian akan dibenahi kios-kios yang terdampak gempa 2018 lalu. Termasuk pedagang yang berada di area tidak seharusnya akan tempatkan di khusus untuk pedagang.

“Untuk food court kita siapkan di area tertentu, sehingga mereka tidak lagi keliaran di area parkir kendaraan. Itu kita tata di 2023, anggarannya kita baru akan usulkan sekitar angka Rp4 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan NTB, H Lalu Moh Faozal mengatakan selama ini penataan di pelabuhan Kayangan belum maksimal karena masih ada pedagang asongan masuk di mana-mana. Kemudian ada juga masyarakat masuk tanpa tiket.

Maka dari itu dengan adanya Rancangan Induk Pelabuhan (RIP) menjadi rujukan untuk melakukan penataan. Diakuinya, belum adanya rujukan aturan selama ini membuat penataan pelabuhan belum berjalan maksimal.

“Setelah ini selesai, maka zonasinya kita selesaikan. Pedagang sudah ada areanya, penumpang sudah ada space-nya, parkir tertata, termasuk juga manajemen pelabuhan juga ketemu di RIP,” ujarnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer