Pelanggaran Pengendara di NTB Didominasi Tanpa Helm

Arsip - Personel Polres Sukabumi Kota saat melakukan razia kendaraan bermotor di depan Gedung Juang 45 Jalan Veteran, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat. (Inside Lombok/ANTARA/Aditya Rohman)

Mataram (Inside Lombok) – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat melakukan analisa dan evaluasi terhadap aktivitas masyarakat berlalu lintas di jalan raya sejak 4-10 Februari 2020, di mana hasilnya adalah jenis pelanggaran didominasi pengendara tanpa menggunakan pelindung kepala (helm).

“Jumlah pelanggaran lalu lintas yang terjadi selama tujuh hari sebanyak 2.561. Tidak menggunakan helm atau helm yang tidak standar nasional Indonesia menjadi pelanggaran, yakni 1.516 pelanggaran,” kata Kasubdit Penegakan Hukum, Polda NTB, AKBP Nurhadi Ismanto, melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Rabu.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda NTB, Kombes Pol Amin Litarso, menjelaskan giat rutin terhadap pengawasan aktivitas berkendara di jalan raya yang ditingkatkan merupakan perintah langsung Kapolda NTB, Irjen Pol Tomsi Tohir.

Tujuannya adalah untuk mengantisipasi meningkatnya kriminalitas kejahatan jalanan, baik pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor serta dalam rangka mewujudkan keamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).

Amin menambahkan kegiatan rutin yang ditingkatkan berupa razia di jalan raya dengan sasaran kendaraan bermotor dan orang-orang serta surat kepemilikan kendaraan bermotor akan dilaksanakan terus selama sebulan ke depan dan akan dilaksanakan analisa dan evaluasi setiap minggunya.

“Mudah-mudahan dengan dilaksanakan kegiatan tersebut yang serentak di seluruh wilayah NTB, kejahatan jalanan dapat diminimalisir dan juga dapat terwujud kamseltibcarlantas,” katanya. (Ant)