Pelukan Hangat Risma, Motivasi Bagi Anak-Anak Balai Rehabilitasi

Mensos Tri Rismaharini, saat berdialog dengan Ratna, penguni panti sosal rehabilitasi anak Paramita Mataram, yang kondisi pengihatannya bermasalah. Kamis (14/10/2021). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur’ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) -Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini mengunjungi Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Paramita Mataram, Kamis (14/10). Dengan pelukan hangat dan kata-kata penuh makna, Risma datang memberi siraman motivasi bagi anak-anak yang sementara waktu harus menetap di fasilitas rehabilitasi itu.

Di hadapan puluhan pasang mata anak-anak panti yang penuh dengan harapan, Risma membakar semangat mereka agar tidak lagi meratap dan menyesali kehidupan yang mereka jalani. Risma, berpesan agar mereka tak perlu berkecil hati dalam menjalani hidup. Karena di mata Tuhan, semua insan sama tanpa ada pembeda.

“Tuhan tidak pernah membeda-bedakan siapa kita; miskin atau kaya, pintar atau bodoh,” ujarnya. Dalam suasana yang penuh haru itu, pandangan Risma tertuju pada seorang anak; Ratna namanya, gadis yang berasal dari Desa Jeringo, Kecamatan Gunungsari.

Ratna yang memiliki keterbatasan dalam penglihatan hanya bisa tersenyum saat Risma berdiri di hadapannya. Dengan senyum manis itu, Ratna mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Risma yang sering didengarnya.

Dari hati gadis itu berkata, walaupun dirinya tidak bisa melihat, suara Risma yang didengarnya membuat Ratna bisa membayangkan bahwa Risma adalah sosok yang cantik dan tegas. Dua hal itu membuat mantan Walikota Surabaya tersebut pantas dikagumi.

Usai mendengar ungkapan hati Ratna, Risma dengan mata berkaca-kaca dan bahasa yang begitu lembut langsung mengarahkan pihak terkait lainnya untuk membantu pengobatan dan pemeriksaan untuk kondisi yang dihadapi Ratna. Bila memang Ratna masih memungkinkan untuk bisa melihat, Risma ingin mengupayakan pengobatan.

“Ini masih bisa diselamatkan. Harus segera diberikan penanganan yang tepat,” ujarnya. Risma kemudian menyampaikan bahwa setiap manusia harus mendapat kesempatan berusaha. Termasuk untuk Ratna dan pengobatan bagi penglihatannya. “Kita coba, kamu nanti diperiksa ke Dokter. Kalau misalkan masih bisa (mendapat perawatan medis), kamu gak usah takut ya,” sambungnya sambil memeluk Ratna.

Risma berpesan, supaya anak-anak lain yang ada di panti tidak boleh menyerah dan putus asa. Waktu dan kesempatan yang diberikan oleh Tuhan harus dimanfaatkan. Karena Tuhan telah memberi kesempatan yang sama tanpa membedakan status sosial seseorang.

“Pegang itu kata-katanya ibu. Ibu yakin kalian pasti bisa. Jadi tidak ada putus asa dan menyerah,” pesannya.

Selama kunjungan tersebut, Risma juga menyempatkan diri melihat hasil inovasi dan kreasi anak-anak yang ada di BRSAMPK Paramita Mataram dan mendorong agar mereka bisa menjadi pengusaha nantinya. Maka dari itu, ia meminta mereka untuk memanfaatkan kesempatan yang mereka miliki untuk terus mengasah kemampuan.

Menurutnya, banyak produk yang awalnya tidak bernilai, justru memiliki nilai jual setelah diolah oleh tangan-tangan terampil. Dicontohkan seperti kerajinan eceng gondok yang disulap menjadi sandal oleh anak-anak di BRSAMPK Paramita Mataram. Termasuk berbagai kerajinan gerabah, hingga kreasi permesinan yang dihasilkan.

Dengan suara dan intonasi khasnya, Risma berpesan agar anak-anak yang ada di sana tidak boleh menyerah. Walaupun ada yang sudah melalui masa lalu yang sulit, anak-anak itu diyakini bisa tetap tegar untuk mewujudkan apa yang menjadi mimpi mereka; untuk bisa merasakan kehidupan masa depan yang lebih baik.

“Kalian memiliki keahlian. Kalian harus manfaatkan untuk membuat sesuatu yang berbeda, yang memiliki nilai lebih. Ibu yakin kalian bisa menjadi pengusaha sukses nanti” pesan Risma di tengah udara hangat Lombok Barat, di hadapan anak-anak yang memupuk harapannya di panti rehabilitasi itu.