Pembebasan Lahan SDN 3 Bukit Tinggi Diminta Rampung Sebelum Tahun Ajaran Baru

40
Wakil ketua DPRD Lobar, Hj. Nurul Adha, saat ditemui di ruangannya beberapa waktu lalu. (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Dewan beri deadline pembangunan sekolah SDN 3 Bukit Tinggi, Gunungsari, dapat tuntas di tahun ajaran baru nanti. Pasalnya, setelah hampir tiga tahun tidak tertangani setelah gempa, gedung sekolah itu kembali tergusur mega proyek bendungan Meninting.

Wakil Ketua (Waka) DPRD Lobar, Hj. Nurul Adha menyebut pemerintah pusat telah menggelontorkan dana sebesar 1,4 miliar untuk pembebasan lahan dan pembangunan sekolah tersebut. Dengan begitu 63 siswa yang menuntut ilmu di SDN 3 Bukit Tinggi tidak lagi menumpang belajar sana-sini.

“Kalau anggarannya sudah ada, atau bahkan perlu diberikan tambahan, saya rasa tiga bulan saja bisa selesai (pembangunan gedung sekolah baru),” tegas Adha saat dikonfirmasi akhir pekan kemarin.

Dirinya menilai anggaran Rp1,4 miliar yang telah disiapkan masih belum cukup untuk pembebasan lahan dan pembangunan. Oleh karenanya, ia pun meminta Dikbud Lobar menyiapkan anggaran tambahan.

“Pasti tidak cukup hanya mengandalkan itu. Makanya Dikbud harus mengalokasikan anggaran. Kita minta Dikbud untuk mengalokasikan dana gempa ke sekolah-sekolah terdampak, salah satunya SDN 3 Bukit Tinggi ini,” jelasnya.

Berdasarkan laporan yang diterima pihaknya dari BPKAD, Dikbud, BWS dan BPN, proses pembebasan lahan untuk sekolah tersebut telah rampung. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar pembangunan gedung sekolah bisa disegerakan.

“Sudah tidak ada masalah. Tinggal mulai membangun, agar anak-anak di tahun ajaran baru mereka bisa belajar dengan nyaman dan aman,” pesan politikus perempuan dari PKS ini.

Dikonfirmasi terpisah, ketua komisi IV DPRD Lobar, Jumarti mengaku pihaknya sudah turun ke lokasi melihat posisi lahan yang akan dibebaskan untuk pembangunan gedung sekolah. Hasil appraisal yang telah dilakukan lahan itu memiliki luas sekitar 12,5 are.

Kendati demikian, pihaknya belum menerima informasi resmi berapa pastinya harga lahan tersebut. “Paling tidak harapan kami, pembangunan sekolah itu paling lambat enam bulan ke depan. Sehingga tahun ajaran baru para siswa sudah bisa bersekolah di sana,” pungkas Jumarti. (yud)