Pembebasan Lahan Waduk di Mataram Butuh Anggaran Rp26 Miliar

Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, pembebasan lahan untuk pembangunan waduk di kawasan Babakan untuk penanganan banjir di kota itu membutuhkan anggaran sekitar Rp26 miliar.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, Kamis, mengatakan, tingginya kebutuhan anggaran untuk pembebasan lahan itu karena kebutuhan lahan yang tinggi yakni seluas 6 hektare.

“Di lokasi itu, kami sudah memiliki 1,2 hektare sehingga kekurangan kebutuhan lahan yang harus kami bebaskan 4,8 hektare,” katanya.

Apabila, lanjut Mahmuddin, harga tanah di kawasan Babakan mencapai Rp30 juta hingga Rp35 juta per are, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp26 miliar.

“Kalau ada waduk ini, air yang datang dari hulu bisa kita tampung dulu. Begitu kondisi cuaca membaik barulah dilepas sedikit demi sedikit sesuai dengan kapasitas saluran yang ada sehingga tidak terjadi banjir atau genangan,” katanya.

Terkait dengan itu, untuk tahap pertama tahun ini pemerintah kota telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk memulai pembebasan tanah.

“Dengan anggaran itu, kami bisa melakukan proses penaksiran harga pasar, kemudian mengumpulkan pemilik dan proses alokasi dan pembayaran dapat dilakukan melalui APBD perubahan 2020 atau di APBD murni 2021,” katanya.

Sementara itu, untuk pembangunan fisik sepenuhnya akan dibiayai oleh pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) dan BWS saat ini sifatnya menunggu jika lahan sudah siap, fisik bisa dikerjakan.

Menurutnya, keberadaan waduk saat ini sudah mendesak dan sangat bermanfaat karena selain untuk mengatasi banjir di wilayah bagian selatan Kota Mataram, juga bisa berfungsi menjadi sumber air baku, pengairan irigasi serta sebagai objek wisata.

“Pembangunan waduk sudah kita konsep seperti hutan kota, sehingga bisa menjadi lokasi wisata, edukasi dan rekreasi,” katanya menambahkan. (Ant)