Pembelian Hewan Kurban Tahun Ini Menurun

Hewan ternak berupa sapi yang biasa dijadikan hewan kurban, di Selong (20/07/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok)- Menjelang Hari Raya Kurban biasanya pembelian hewan kurban mulai membeludak. Namun, pada tahun ini akibat adanya pandemi, pembelian hewan kurban mengalami penurunan.

Kepala Bidang Pengembangan Usaha Ternak Dikeswan Lotim, Hasan mengatakan beberapa bulan terakhir angka pembelian maupun transaksi hewan kurban mulai menurun. Dikatakannya hal tersebut akibat pandemi.

“Pada tahun ini pembelian hewan kurban ataupun hewan ternak menurun hingga 20 persen,” ujarnya, di Selong, Senin (20/07/2020).

Masyarakat berupaya menjalankan transaksi jual beli ternak dari kandang ke kandang. Namun, karena sedikitnya hewan ternak yang dipilih oleh pembeli, sehingga sulit menemukan model ternak yang mereka inginkan.

“Hal tersebut juga yang memengaruhi menurunnya angka jual beli ternak,” jelasnya.

Walapun pasar hewan kini telah dibuka, namun jumlah transaksi tidak sebanyak sebelumnya. Hal tersebut juga dikarenakan lumpuhnya perekonomian masyarakat yang disebabkan oleh wabah virus korona.

“Kita perkirakan pada tahun ini jumlah transaksi hewan kurban menurun hingga ribuan,” terangnya.

Hal tersebut dilihat dengan jumlah hewan kurban yang dipersiapkan oleh pengurus masjid mulai berkurang. Hanya ada beberapa masjid yang saat ini telah terkonfirmasi menyiapkan hewan kurban.

“Masjid yang terkonfirmasi menyiapkan hewan kurban pada tahun kemarin, biasanya sampai 10-15 ekor, sekarang menurun menjadi lima ekor saja,” cetusnya.

Meskipun harga hewan ternak saat ini dikatakan stabil. Namun karena adanya kelumpuhan ekonomi akibat pandemi membuat jual beli menjadi tersendat.