Pemberangkatan Haji Kota Mataram, Walikota Minta Jamaah Diberi Gambaran Aturan Penerbangan

19
Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana saat memberikan sambutan pada pembukaan manasikh haji, Jumat (20/5) di Kantor walikota Mataram. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Persiapan pelaksanaan ibadah haji mulai dilakukan, salah satunya manasik haji. Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana meminta agar Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Mataram memberikan gambaran kondisi Tanah Suci hingga saat jamaah berada dalam pesawat.

Menurut Mohan jarak yang ditempuh selama perjalanan menuju Tanah Suci cukup jauh, yaitu sekitar 10-12 jam. Dengan jarak tempuh tersebut banyak kebutuhan yang harus dipenuhi di dalam pesawat.

“Terkait keberangkatanya diberikan gambaran sedikit, karena tidak semua sudah naik pesawat. Banyak kebutuhan saat dalam perjalanan dijalankan. Oleh karena itu asa digambarkan visual di dalam pesawat,” katanya, Jumat (20/5).

Gambaran yang perlu disampaikan seperti mencari tempat duduk sesuai dengan tiket, penggunaan toilet di dalam pesawat, dan komunikasi dengan pramugari. Dengan adanya gambaran tersebut para calon jamaah haji bisa mempersiapkan kebutuhan-kebutuhannya. Calon jamaah haji asal Kota Mataram sendiri akan mulai masuk Asrama Haji Provinsi NTB pada 19 Juni mendatang.

“Toilet di dalam pesawat itu tidak seperti biasa kita pakai. Karena nanti disana tidak pakai air. Nah ini perlu diberikan gambaran kepada calon jamaah haji,” ujar Mohan.

Selain itu, IPHI Kota Mataram juga diminta mencari biro travel haji dan umrah yang sudah memberangkat jamaah. Karena nantinya ada gambaran kondisi terakhir di Mekkah dan Madinah selama pandemi Covid-19.

“Saya minta IPHI carikan biro travel umrah, ada gambaran kondisi paling mutakhir kondisi di Mekah dan Madinah,” terangnya.

Pandemi Covid-19 yang terjadi mempengaruhi beberapa sistem pemberangkatan jamaah haji, terutama pada saat melakukan ziarah makam. Di mana, untuk bisa masuk ziarah makam di Tanah Suci harus melakukan scan barcode.

“Mau tidak mau ini keniscayaan. Semua akan beradaptasi dengan kondisi ini. Warga Kota Mataram sudah lebih melek dengan teknologi sehingga bisa lebih beradaptasi,” ucapnya.

Untuk diketahui, jumlah calon jamaah haji yang akan diberangkatkan tahun ini yaitu 401 orang. Di mana, jumlah jamaah yang ditunda yaitu sebanyak 735 orang. “Cara Allah menjawab doa. Saya harap manajemen waktu dengan baik. Jaga kesehatan sebelum berangkat,” harapnya.

Salah seorang calon jamaah haji, Ernawati mengungkapkan rasa syukurnya bisa berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Di mana pendaftaran untuk bisa mendapatkan nomor porsi sudah dilakukan sejak 2011 silam.

“Saya tidak bisa mengungkapkan kebahagiaan saya. Setelah ditunda dua tahun, alhamdulillah sekarang sudah bisa diberangkatkan,” ucapnya bersyukur.

Dia mengatakan, persiapan kebutuhan sudah dipersiapkan dengan baik. Meski waktu yang cukup mepet antara pengumuman dan pemberangkatan, tidak mempengaruhi semangat untuk bisa berangkat tahun ini.

“Saya belum pernah umrah. Jadi sangat bahagia sekali bisa berangkat tahun ini meski sudah ditunda dua tahun,” katanya. (azm)