Pemda akan Kirim Tenaga Kerja NTB ke Australia

Konjen RI di Darwin, Dicky D. Soerjanatamihardja (Inside Lombok/Elita)

Mataram (Inside Lombok) – Konsulat Jendral RI bersama PT Global Labour Solutions melakukan kunjungan ke NTB pada Senin pagi (15/07/2019) dan nelakukan pertemuan dengan pejabat pemprov di Kantor Gubernur. Kunjungan tersebut ditujukan untuk membahas salah satu program Guberbur NTB dalam pengiriman tenaga kerja ke Australia.

Konsulat Jendral RI dari Darwin, Dicky D. Soerjanatamihardja mengatakan tujuan program kerjasama ini diadakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia NTB yang diharapkan mampu berkompetisi secara global. Tenaga kerja yang dikirim ke Australia nantinya harus memiliki sertifikat standar internasional.

“Salah satu prosesnya melalui pembelajaran, peningkatan kualitas bahasa dan kemampuan pekerjaannya, yang paling penting tenaga kerjanya harus memiliki sertifikat standar internasional,” jelas Dicky, Senin (15/07/2019).

Beberapa jenis tenaga kerja yang akan ditawarkan dalam program kerja sama Pemerintah Daerah dengan PT Global Labour Solutions ini meliputi perawat orang tua di panti jompo, perawat anak (nanny), dan pekerja di bidang perkebunan.

Kemungkinan tenaga kerja lainnya yang dibutuhkan dan masih dipertimbangkan yakni bekerja di bidang industri perhotelan, hospitality, dan juga pertambangan meskipun jumlah yang dibutuhkan sedikit.

“Untuk melewati prosesnya tidak gratis dan membutuhkan kerja keras dari semua pihak, tidak hanya dari pemerintah namun dari calon SDM-nya juga. Peran pemerintah dalam kerja sama ini sebagai fasilitator yang hanya menyediakan anggaran,” kata Dicky.

Gaji pekerjaan yang ditawarkan dari semua sektor tersebut mencapai sekitar 55.000 Dollar Australia per tahunnya. Penghasilan tersebut juga sudah berada di atas upah minimun Australia yakni sekitar 42.000 Dollar Australia per tahun.

“Gaji sekitar upah minimum biasanya untuk pekerja buruh, tapi kalau punya sertifikat standar internasiobal beda, minimal 50.000 Dollar Australia per tahun. Kalau tenaga ahli, seperti perawat biasanya bisa dapat 90.000 sampai 120.000 Dollar Australia,” lanjutnya.

Pemerintah menargetkan jumlah tenaga kerja NTB yang akan dikirim ke Australia sekitar 20-30 orang dengan maksimum 50 orang terlebih dahulu. Jumlah tersebut dipatok karena merupakan masih langkah awal program kerja sama ini.

“Angka itu sebagai langkah awal, dengan jumlah segitu kan bisa dilihat prospek tenaga kerjanya, terutama individunya nanti apakah sesuai dengan yang diharapkan Gubernur,” pungkas Dicky.