Penyuntikan Vaksin Booster Mulai Dijalankan di Sekotong

95
Penyuntikan vaksin booster di Puskesmas Pelangan, Sekotong. Rabu (12/01/2022). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Pemberian vaksin Covid-19 booster di Lombok Barat (Lobar) sudah mulai berjalan. Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar mencatat sekitar 20 warga Sekotong telah menerima vaksinasi dosis ketiga tersebut, yang saat ini diprioritaskan untuk Lansia dan pasien komorbid.

“Di Lobar sudah mulai di Puskesmas Pelangan ada mungkin 20 orang. Kita utamakan Lansia dan kelompok rentan yang sakit (komorbid, red) dan dia memerlukan vaksin,” beber Kabid P3KL Dikes Lobar, dr. H. Ahmad Taufik Fathoni saat dikonfirmasi, Rabu (12/01/2022).

Dikes Lobar mendorong Puskesmas menggunakan stok vaksin Pfizer yang sudah ada untuk vaksin booster tersebut. “Jadi aturannya itu, kalau dosis pertama dan keduanya pakai Sinovac, berarti boosternya pakai Pfizer atau Astrazeneca,” jelas dia.

Terlebih Dikes Lobar masih memiliki sekitar 4 ribu dosis vaksin Pfizer. Maka, sebelum masa aman penyimpanannya habis sekitar dua minggu lagi, Dikes pun akan menggunakannya untuk mempercepat vaksin booster ini.

“Takutnya sekitar dua minggu lagi kalau tidak salah, masa aman penyimpanannya akan habis. Jadi kami dorong Puskesmas untuk gunakan Pfizer ini untuk dosis ketiga, tapi untuk Lansia,” papar Fathoni.

Dosis yang akan diterima pada vaksin booster ini, takarannya setengah dari dosis vaksin pertama dan kedua. Terkait interval waktu dari dosis kedua untuk bisa menerima vaksin booster ini, Fathoni menyebut pihaknya akan melihat seberapa banyak data Lansia yang sudah bisa divaksin.

Pihaknya khawatir bila harus menunggu hingga enam bulan, justru nantinya tidak ada yang akan mau divaksin lagi. “Kita lihat dulu berapa sih yang akan melaksanakan, itu yang bisa masuk dalam sistem aplikasi. Kalaupun misalnya dia baru tiga bulan tapi dia mengajukan diri untuk vaksin, mau tidak mau kita lebih baik vaksin saja,” jelasnya.

Saat ini di Lobar vaksinator diakuinya belum dapat mendata berapa jumlah Lansia yang akan menerima vaksin booster. Karena menurut dia, pada dosis ketiga ini kesadaran masyarakat untuk mengajukan diri menerima vaksin booster sangat dibutuhkan.

“Kalaupun ini dilaksanakan oleh Puskesmas, Lansia ini bisa disasar melalui Posyandu keluarga,” tandasnya. (yud)