Peringati Hari Penglihatan Sedunia, RS Mata NTB Luncurkan Aplikasi Serioc

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah saat meresmikan aplikasi Serioc di Rumah Sakit Mata Provinsi NTB, Sabtu (16/10) di Mataram. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) –Dalam rangka memperingati hari penglihatan sedunia atau world sight day 2021, Rumah Sakit (RS) Mata Provinsi NTB meluncurkan aplikasi Serioc. Pada hari penglihatan sedunia ini mengangkat tema internasional Love Your Eyes.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Lalu Hamzi Fikri dalam sambutannya Sabtu (16/10) mengatakan, aplikasi Serioc yang diluncurkan oleh rumah sakit mata Provinsi NTB bisa meningkatkan kesehatan mata bagi masyarakat di daerah ini. Pada peringatan hari penglihatan sedunia ini, Rumah Sakit Mata Provinsi NTB merangkaikannya dengan bakti sosial berupa operasi mata katarak.

Berdasarkan survei yang sudah dilakukan, Provinsi NTB berada pada nomor urut kedua dengan jumlah 4 persen untuk gangguan penglihatan setelah Jawa Timur dengan jumlah 4,3 persen. “Masalah penglihatan di NTB ini besar,” katanya.

Upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kasus penglihatan tersebut, skrining atau pemeriksaan harus segera dilakukan. “Kita perluas jaringan, posyandu dan sekolah harus melakukan skrining gangguan penglihatan,” kata Fikri.

Disebutkan, saat ini Provinsi NTB sudah memiliki sembilan vision center atau pusat penglihatan yang tersebar di beberapa lokasi. “Kedepan kita harapkan vision center ini bisa tersebar di semua kabupaten/kota di NTB,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengatakan untuk mempermudah edukasi kepada masyarakat, keberadaan posyandu keluarga dinilai sangat penting. Karena persoalan kesehatan menjadi pekerjaan pemerintah.

“Penyakit mata ini tidak bisa dianggap enteng. Karena mata menjadi jendela dunia. Persoalan kesehatan ini sangat besar jika dibandingkan dengan bidang lainnya seperti Pendidikan. Bidang kesehatan ini butuh usaha dan konsistensi yang luar biasa,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, edukasi perlu dilakukan mulai dari tingkat sekolah. Selain edukasi melalui sekolah, keberadaan posyandu diharapkan bisa berperan aktif dalam edukasi kepada masyarakat. “Posyandu keluarga harus kuat untuk memotret kondisi kesehatan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi NTB diminta untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memaksimalkan edukasi kepada para siswa. Karena upaya pencegahan lebih efektif untuk menyelesaikan persoalan. “Preventive dan promotive adalah kunci, jadi tidak ada yang sulit,” katanya.

Sementara itu, perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI, Nurjannah menjelaskan saat ini Pemerintah Provinsi NTB sudah membuat vision center yang dinilai sangat membantu untuk mengatasi persoalan penglihatan.

“Penyediaan vision center ini untuk mendapatkan akses yang lebih mudah sehingga deteksi dini hingga tatalaksana bisa dilakukan lebih awal,” ujarnya.

Kedepan, vision center akan dikembangkan ke semua kabupaten/kota di NTB. Sehingga membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan alokasi anggaran. Diharapkan, melalui kegiatan yang digelar oleh RS Mata Provinsi NTB, bisa menekan angka gangguan penglihatan dan kebutaan.

Selain peluncuran aplikasi Serioc, peringatan hari penglihatan sedunia di RS Mata NTB juga dilakukan dengan bakti sosial donor darah, bekerja sama denganIkatan Alumni Universitas Brawijaya, Minggu (17/10).

Donor darah yang diadakan dalam rangka Dies Natalis Universitas Brawijaya yang ke-59 ini menyedot antusias masyarakat. Terbukti dari banyaknya jumlah pendonor yang melebihi target.

Kegiatan yang digelar secara serempak di 5 kota di Indonesia yakni Jakarta, Malang, Surabaya, Mandalika dan Mataram ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat. Dengan tema Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Darah Indonesia, IKA UB mengajak masyarakat untuk tidak lagi takut mendonorkan darahnya di tengah pandemi Covid-19.