Periode Mudik Lebaran, Penumpang Pesawat di BIZAM Meningkat 90 Persen

34
Sejumlah penumpang pesawat di BIZAM (Inside Lombok/Devi)

Mataram (Inside Lombok) – Jumlah pemudik di tahun ini diprediksi meningkat dibandingkan tahun lalu, baik melalui jalur darat, laut maupun udara. Terutama di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok, diperkirakan terjadi peningkatan penumpang hingga 90 persen saat puncak arus mudik masa libur Lebaran dan Idulfitri 2022 awal Mei mendatang.

Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I BIZAM, Arif Haryanto menerangkan peningkatan penumpang pesawat tahun ini bukan hanya didorong dengan pelonggaran persyaratan mudik dari pemerintah pusat. Tetapi adanya libur panjang cuti bersama selama 10 hari, serta mulai dibuka penerbangan internasional pada 1 Mei mendatang dari Kuala Lumpur (KL) ke Lombok.

“Tahun lalu ada 31.800 penumpang dan tahun ini diperkirakan capai 60.500 dengan 707 pergerakan pesawat. Naik 133 persen dari mudik tahun lalu 304 pergerakan pesawat,” ungkap Arif Haryanto, Senin (25/4).

Peningkatan penumpang pesawat pada masa mudik lebaran Idulfitri tahun ini menjadi momentum masyarakat untuk melakukan perjalan. Mengingat selama 2 tahun belakangan mudik sempat dibatasi, sehingga masyarakat menahan untuk mudik karena masih ada beberapa syarat pada tahun lalu.

“Sekarang sudah ada kelonggaran, jadi masyarakat banyak yang mudik. Sehingga ada peningkatan pada lebaran tahun ini,” tuturnya.

Sementara itu, sebagai upaya peningkatan antisipasi lalu lintas penerbangan BIZAM mengoperasikan Posko Monitoring Angkutan Lebaran 2022 mulai hari 25 April – 10 Mei mendatang. Posko disediakan untuk melakukan pemantauan terhadap operasional bandara agar berjalan dengan baik, lancar dan kondusif. Antara lain melibatkan unsur internal Angkasa Pura I (Persero) Lombok dan unsur eksternal dari TNI, Polri, BMKG, Airnav, Imigrasi, KKP, maskapai, dan ground handling.

“Selama arus mudik dan balik pemudik, waktu operasional bandara tetap 9 jam, dari pukul 08.00 sampai dengan 17.00 WITA,” jelasnya.

Sebelumnya Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB memperkirakan masyarakat NTB yang akan mudik sekitar 2-3 juta orang. Tentunya dengan sudah dibukanya penerbangan Kuala Lumpur (KL) – Lombok, yang mana akan banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali pada saat Idul Fitri 1443 Hijriah.

“Masyarakat NTB yang mudik perkiraan plus minus 2-3 juta, misalnya dengan Malaysia buka berarti ada PMI kita yang balik,” kata Kepala Dishub Provinsi NTB, Lalu Moh Faozal. (dpi)