Perpanjangan Runway Bandara Ditarget Tuntas Bulan Mei

111
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Lombok, Nugroho Jati, Selasa (19/1/2021). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Pembangunan landasan pacu (runway) Bandara Internasional Lombok sudah dimulai. Saat ini progres infrastruktur pendukung pengembangan pariwisata Mandalika dan MotoGP 2021 itu baru mencapai tiga persen.

“Saat ini progres 3 persen sesuai dengan target. Karena memang ini baru mulai dibangun,”kata General Manager PT Angkasa Pura I Nugroho Jati, Selasa (19/1/2021) di Praya.

Adapun perpanjangan runway yang dilakukan yaitu dari 2.750 meter menjadi 3.300 meter dengan lebar 45 meter.

Secara kontraktual, pembangunan runway selesai pada bulan Oktober 2021. Namun karena ini adalah bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) sehingga dilakukan percepatan pembangunan.

“Kami mendapatkan target untuk bulan Mei itu pekerjaan konstruksi runway sudah selesai. Sehingga di bulan Juni itu bisa dilakukan testing ferivikasi kelaikan operasional runway,”ujarnya.

Dikatakan, setelah mendapatkan status kelaikan landasan dari Kementerian Perhubungan maka awal bulan Juli 2021 landasan baru dan dan lama di Bandara Lombok sudah bisa digunakan secara maksimal.

Sementara itu, kendala utama yang dihadapi di dalam pengerjaan perpanjangan runway ini adalah cuaca. Karena akan mengalami kesulitan menggelar aspal apabila hujan turun terus menerus.

Kondisi ini juga berlaku untuk pembangunan jalan by pass Bandara-Kuta Mandalika. “Demikian juga di kawasan Mandalika sendiri juga sedang dilakukan pembangunan infrastruktur yang terkendala cuaca,”katanya.

Disinggung mengenai persoalan lahan untuk perpanjangan runway yang sempat diklaim warga, menurut Jati hal itu tidak menjadi masalah.

Saat awal perencanaan, lahan itu sudah diidentifikasi sebagai saluran irigasi yang terhubung ke sawah masyarakat.

Secara aset, saluran irigasi itu adalah milik Badan Wilayah Sungai (BWS). Namun, karena ada pembangunan runway maka solusinya adalah memindahkan saluran irigasi tersebut.

“Dipindahkan alirannya. Tapi tetap pada fungsi untuk mengalirkan air. Tidak ada yang ditutup,”katanya.

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Tengah juga sudah menyatakan kalau lahan itu tidak ada masalah.bSementara terkait dengan protes dan klaim warga beberapa waktu lalu dianggap wajar asalkan dilakukan dengan cara yang benar.

“Kami juga selaku operator tidak mungkin se-ngawur itu karena kita wajib kedepankan prinsip kehati-hatian,”katanya.