Pertamina Evaluasi Pembangunan Depo Elpiji Nelayan Mataram

Nelayan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, melihat pendistribusian bantuan konverter kit dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, di Pantai Penghulu Agung. Senin (25/11-2019). (Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – PT Pertamina Terminal BBM Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan melakukan evaluasi terhadap kebutuhan depo elpiji tiga kilogram untuk nelayan setelah dilakukannya konversi bahan bakar minyak (BBM) ke elpiji tiga kilogram.

“Dengan adanya konversi ini kita akan melakukan penyesuaian, kita melihat kebutuhan masyarakat, begitu juga dengan kebutuhan untuk depo khusus nelayan,” kata Sales Area Manager Retail NTB Mahfud Nadyo Hum di Mataram, Senin.

Mahfud yang ditemui seusai penyerahan secara simbolis bantuan konverter kit dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui program konversi bahan bakar minyak ke elpiji tiga kilogram di Pantai Penghulu Agung, Mataram, mengatakan dengan diserahkannya 460 bantuan konverter kit, maka nelayan Mataram yang sudah melakukan konversi bahan bakar sekitar 660 orang, sebab tahun lalu juga ada porgram serupa dengan menyasar 200 nelayan.

Namun demikian, bantuan konverter kit tersebut tidak akan mengganggu kuota elpiji tiga kilogram untuk rumah tangga, karena sudah ada kuota tertentu yang ditetapkan.

“Untuk angka riil kuota ini, ada di kantor,” katanya saat ditemui di pesisir Pantai Penguhu Agung.

Namun demikian, pihaknya berharap agar masyarakat yang sudah mampu, komersil, restoran dan lainnya tidak menggunakan elpiji tiga kilogram. Bahkan, pada tabung elpiji tiga kilogram sudah jelas dituliskan untuk masyarakat miskin.

Karena itu, ia mengajak bagi masyarakat yang mampu dan untuk kebutuhan komersil agar menggunakan tabung selain tiga kilogram, sebab Pertaminan telah menyiapkan kebutuhan elpiji dengan berbagai pilihan.

“Pilihannya, ada yang 5,5 kilogram, 12 kilogram bahkan untuk komersil ada yang 50 kilogram dan ketersediaannya aman sekali,” katanya.

Menyinggung tentang kenaikan elpiji tiga kilogram pada beberapa waktu lagu, Mahfud mengatakan, dari pihak Pertamina selama ini menjual elpiji sesuai dengan ketetapan harga eceren tertinggi (HET) yakni Rp14.750.

“Untuk menghindari kenaikan harga yang signifikan, masyarakat bisa membeli langsung ke pangkalan atau SPBU,” ujarnya menyarankan. (Ant)