Peti Kemas Tim Ducati Dibuka Sembarangan, Pengelola Minta Maaf

 

Pembongkaran peti kemas milik Ducati (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside lombok) –

Tersebarnya video yang memperlihatkan seseorang secara ilegal membuka peti kemas berisi superbike milik Ducati untuk ajang World Superbike (WSBK) sangat disesalkan. Merespon insiden tersebut, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku penanggung jawab Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan Pertamina Mandalika International Street Circuit mengajukan permintaan maafnya.

“Kami menyayangkan adanya pihak yang tidak bertanggung jawab telah mendekati motor, mengambil video tanpa ijin, dan mempublikasikan video tersebut sehingga menimbulkan keresahan dan kesalahpahaman di antara pelaku industri balap motor,” ujar Direktur Utama MGPA Ricky Baheramsjah melalui pernyataan resminya yang diterima Inside Lombok, Kamis (11/10).

Pihaknya mengajukan permohonan maaf kepada pecinta balap motor tanah air dan internasional atas insiden yang terjadi. “Saya pribadi telah mendiskusikan ini dengan Dorna, dan meminta maaf dua hari lalu dan mereka dapat mengerti,” ungkapnya.

Sebelumnya dalam video yang beredar terlihat salah seorang petugas memperlihatkan isi peti kemas berupa superbike milik Ducati. Motor tersebut diketahui milik rider Aruba.it Ducati, Michael Ruben Rinaldi yang juga akan berlaga di Mandalika.

Padahal, berdasarkan aturan peti kemas hanya boleh dibuka oleh petugas bea cukai yang memiliki tanda pengenal serta tim dari Ducati sendiri. Menyikapi insiden tersebut, Ricky memastikan pihaknya telah berkomitmen menyiapkan penyelenggaraan event MOTUL FIM Superbike World Championship (WSBK) pada 19-21 November mendatang secara profesional, sesuai aturan yang ditetapkan oleh Dorna Sport maupun FIM.

Sejak Senin (8/11) lalu, kargo logistik tim WSBK sudah mulai datang ke Mandalika melalui Bandara Internasional Lombok dan selanjutnya dibawa ke Paddock Pertamina Mandalika International Street Circuit. Kedatangan kargo tersebut ditangani oleh pihak terkait, dalam hal ini Bea Cukai, Freight Forwarder dengan didampingi pihak Dorna Sport dan MGPA.

“Pemeriksaan kargo logistik dilakukan sesuai aturan, telah mendapat ijin dan didampingi pihak Dorna selama proses berlangsung. Keterlibatan pihak Freight Forwarder mendapat izin dari Dorna Sport dan Bea Cukai untuk membuka peti dan memeriksa karena perlu mengambil nomor sasis. Untuk itu, mereka mendapat izin khusus dari Dorna Sport untuk membuka peti untuk memeriksa isi kargo.” jelas Ricky.

Pihaknya juga disebut telah berbicara dengan Ducati untuk menjelaskan duduk perkara insiden tersebut. Sebagai tindak lanjut, MGPA memastikan adanya pembatasan jumlah orang yang diizinkan masuk dan keluar Pitlane selama proses pemeriksaan.

Menurutnya, sudah lebih dari dua dekade Indonesia tidak menggelar event balap motor berkelas internasional. Dengan terpilihnya Pertamina Mandalika International Street Circuit sebagai tuan rumah WSBK 2021 dan MotoGP 2022, merupakan bentuk kepercayaan masyarakat balap motor Internasional khususnya Dorna Sport atas kemampuan Indonesia menggelar event berskala besar.

“Dan kami pastikan tidak mudah untuk mendapat kepercayaan tersebut. Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak agar bersama-sama menjaga nama baik Indonesia dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepada kita dengan saling menjaga dan mendukung kelancaran event ini,” tutup Ricky. (r)