Polres Lotim Rapid Test Keluarga Tahanan yang Kabur dari Rusunawa

94
Proses Rapid Test Terhadap Keluarga AGR, Selong (08/05/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Polres Lombok Timur (Lotim) laksanakan rapid test di Polsek Suralaga bersama dengan Tim Medis Dinas Kesehatan Lotim terhadap keluarga tahanan yang kabur saat di karantina dari rusunawa. Ini untuk memastikan kesehatan dari keluarga korban yang dimungkinkan pernah kontak langsung dengan tahanan.

Kasatres Narkoba, Iptu Hendri Christianto mengatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan Tim dari Dinas Kesehatan untuk melaksanakan rapid test terhadap tiga anggota keluarga dan salah seorang warga yang diketahui pernah kontak dengan tahanan tersebut.

“Tiga anggota keluarga yang kami rapid test ini merupakan ibu, paman dan salah satu warga. Adapun salah seorang warga tersebut diketahui pernah dimintai rokok oleh tahanan tersebut,” ucapnya.

Tahanan saat ini terus dilakukan pengejaran oleh seluruh jajaran di Polres Lombok Timur, dengan mengerahkan seluruh anggota yang ada di Polsek. Tahanan tersebut dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Sehingga dikhawatirkan akan menularkan warga yang tidak mengetahui tentang tahanan tersebut.

“Kami akan upayakan tahanan tersebut bisa kami amankan kembali dalam tiga hari kedepan, kami akan berupaya semaksimal mungkin dalam pencarian ini,” katanya.

Kapaolres Lotim, AKBP Tunggul Sintario juga menyampaikan, Polres telah menyediakan reward kepada masyarakat yang berhasil menemukan tahanan dan segera melaporkan ke polsek terdekat untuk ditangkap kembali. Masyarakat cukup melaporkan dan jangan ditangkap langsung dikarenakan terdapat virus ditubuh tahanan tersebut.

“Orang yang menemukan tahanan tersebut termasuk orang yang peduli dengan kesehatan orang banyak jadi itu yang akan kita berikan reward,” ucap Tunggul.

Ia juga berharap kepada masyarakat untuk bekerjasama dengan masyarakat, segera laporkan jika melihat dan akan segera kami tangani

“Jangan ada yang menerima tersangka karena masih banyak virus ditubuh tersangka yang busa menulari siapa saja yang kontak dengan dia,”pungkasnya.