PPKM Kota Mataram Masih Bertahan di Level Tiga

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram sekaligus Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Angka penularan Covid-19 di Kota Mataram masih fluktuatif. Berdasarkan data per 23 Agustus, jumlah tambahan kasus yaitu sebanyak 43 kasus dan sebanyak 52 orang dinyatakan sembuh. Dengan angka penularan yang masih fluktuatif, menjadi salah satu indikator Kota Mataram masih bertahan di Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

Hal itu dikatakan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa Selasa (24/8) di Mataram. Ia mengatakan, dengan bertahannya di level 3, tidak ada perubahan kebijakan yang akan dilakukan. Namun saat ini pemerintah Kota Mataram memperketat pengawasan di tingkat kelurahan.

“Jadi pak wali menekankan aktifkan posko di lingkungan dan kelurahan untuk meyakinkan bahwa masyarakat kita yang isolasi mandiri betul-betul memenuhi persyaratan assessment dan pelayanan kesehatan yang paripurna. Kalau tidak memenuhi syarat untuk isolasi mandiri harus dijemput dan dibawa ke fasilitas isolasi terpusat,” katanya.

Menurutnya, setelah penjemputan yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kota Mataram beberapa waktu lalu, masyarakat mulai sadar untuk isolasi terpusat.

“Masyarakat kita sekarang sudah sadar untuk mereka tidak perlu dijemput. Tapi hanya dengan himbauan saja,” ujar Nyoman.

Nyoman membantah jika kinerja satgas Covid-19 masih rendah hanya karena Kota Mataram bertahan di level 3. Akan tetapi justru dengan kondisi saat ini, akan memotivasi Satgas Covid-19 untuk bekerja lebih maksimal agar pada 6 September saat evaluasi PPKM oleh pemerintah pusat, Kota Mataram turun level.

“Ini memotivasi kita. Apa yang sudah kita lakukan berbuah hasil manis. Ini memotivasi kita Satgas penanganan Covid-19 Kota Mataram untuk berkerja lebih keras lagi untuk bisa meraih level 2,” ucapnya.

Meski berada pada level tiga kata Nyoman, kelonggaran aktivitas masyarakat sudah mulai dirasakan mulai dari kegiatan sosial, ekonomi hingga Pendidikan.

“Harapan Pak Walikota pada masa pandemi ini ekonomi tetap berjalan, sosial ekonomi tetap berjalan dan Pendidikan ini yang terpenting. Anak -anak kita bisa mendapatkan haknya,’’ ungkapnya. L

Aktivitas belajar tetap muka meski terbatas sudah mulai dilakukan per 18 Agustus lalu. Di mana, kapasitas ruang kelas yaitu sebesar 50 persen. Dipastikan, kegiatan belajar mengajar secara tetap muka akan tetap digelar.