Program Desa Pintar Tidak Dioptimalisasi, Diskominfo Minta Pimpinan OPD Berkontribusi

Kadis Kominfo Lotim, Ahmad Masfu saat ditemui Inside Lombok beberapa waktu lalu, Selasa (20/09/2021). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Progres pembangunan komponen pendukung program Desa Pintar di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sudah rampung 100 persen, dan sudah melewati masa uji coba. Akan tetapi program tersebut belum mendapat perhatian dari para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk dioptimalisasi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lotim, Ahmad Masfu mengatakan, program Desa Pintar berupa kerangka jaringan internet terpasang di 254 desa/kelurahan.

“Itu sudah rampung, nah tahap selanjutnya bila pemda ingin memanfaatkan aset tersebut untuk pendapatan daerah, maka tinggal dikembangkan pemanfaatannya,” jelasnya kepada Inside Lombok, Senin (20/09/2021).

Dalam pemanfaatannya, Masfu mengatakan harus ada dukungan dari stakeholder lainnya, bila ingin meningkatkan pendapatan daerah, misalnya Dinas Pemerintah Desa bisa memanfaatkannya dengan penjualan voucer ke masyarakat di setiap titik akses point lotim.net (Desa Pintar).

“Jadi itu tinggal dikembangkan saja oleh desa ke dusun-dusun yg belum ada akses pointnya,” katanya.

Selain itu, Dinas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) bisa mengembangkan program tersebut bersama dengan pihak sekolah, di mana nantinya akses poin bisa dipasangkan di setiap sekolah.

“Jadi sekolah tinggal pasang akses point di dan bisa menjualnya ke siswa-siswi dengan menggunakan dana BOS,” ucapnya.

Jika tidak seperti itu, maka akan sulit untuk berbicara tentang pendapatan daerah dari program Desa Pintar atau lotim.net tersebut. Sosialiasi juga pernah dilakukan pihak Diskominfo Lotim berkali-kali, namun belum mendapat perhatian.

“Kita sudah lakukan sosialisasi berkali- kali, baik secara internal Pemda Lotim maupun dengan pihak DPRD Lotim, tapi mungkin masih belum ngeh saja OPD tersebut. Bahkan Bupati juga sudah secara langsung memerintahkannya,” cetusnya.

Bupati Lotim secara langsung meminta para OPD untuk mendukung program tersebut, akan tetapi belum ada respon dari para pimpinan OPD secara signifikan. Hanya saja saat ini Dikbud Lotim sudah mulai mengambil ancang-ancang dengan memesan sekitar 100 alat jaringan untuk sekolah.

“OPD yang lainnya masih zonk, marilah kita saling dukung atas program pemerintah yang ada. Tidak ada kata sulit bila kita bersama,” kesalnya.