Remaja di Lobar Kerap Balap Liar, Bupati Sentil Peran Dispora

Bupati Lobar, didampingi Kapolres dan Kasat Lantas Lobar, serta Kepala Dispora Lobar. Jum’at (17/09/2021). (Inside Lombok /Humas Polres Lombok Barat).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Bupati Kabupaten Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid mengapresiasi upaya Satlantas Polres Lobar dalam memberantas balap liar. Dirinya juga berharap, upaya semacam itu dapat lebih ditingkatkan lagi.

Ia bahkan nenyentil peran serta Dinas Pemuda dan Olahraga dalam membantu menampung dan menyalurkan bakat para pemuda di Lobar agar tidak menuangkan hobinya dalam balapan liar yang justru membahayakan diri mereka dan orang lain.

“Saya sangat berharap kegiatan ini agar lebih ditingkatkan. Karena selain membahayakan anak kita, balapan liar ini juga membahayakan keselamat masyarakat yang berlalu lintas” ucap Fauzan, saat memghadiri jumpa pers di Polres Lobar, Jum’at (17/09/2021).

Dengan penertiban 50 kendaraan beserta 15 kenalpot racing, dan peralatan lainnya yang digunakan untk meningkatkan kecepatan laju kendaraan dalam balap liar, ia berharap supaya itu dapat memberi efek jera dan meningkatkan kesadaran anak muda.

Untuk memberi efek jera, dirinya nenyarankan, supaya setiap yang terlibat balapan liar dan kendaraannya disita kepolisian. Mereka ke depannya agar dipersulit untuk bisa mengambil kembali kendaraannya.

“Misalnya orang tuanya harus ikut (saat mengmabil kembali), bila perlu minta mereka untuk penandatanganan komitmen dalam menjaga anak-anaknya agar tidak mengulangi lagi” tegas Fauzan.

Selain kepolisian, Bupati Lobar ini juga berpesan agar Pol PP juga ke depannya dapat lebih aktif. Untuk lebih peka melihat situasi dan cepat bergerak melakukan penertiban.

Bahkan ia juga menyetil pentingnya peran dinas pemuda dan olahraga (Dispora) dalam hal ini. Setidaknya untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat menarik minat anak muda. Karena sebagian besar masyarakat yang melakukan balap liar ini, rata-rata masih berusia muda.

Menganggapi hal itu, Kepala Dispora Lobar, Maad Adnan, mengakui bahwa selama pandemi ini. Kegiatan olahraga menjadi sangat minim dilakukan. Karena biasanya, untuk menyalurkan bakat anak muda yang menyukai otomotif biasanya dituangkan melalui kegiatan ‘drag bike’.

“Selama dua tahun ini kegiatan itu tidak pernah kita selenggarakan. Biasanya setiap tahun kita bisa gelar event itu sampai tiga kali” dalihnya.

Tidak hanya itu, selain pandemi ini sepak bola bahkan bukutangkis pun menjadi event yang jarang diselenggarakan.

Sehingga ia berencana ke depannya akan membangun komunitas yang dapat menjaring para pemuda yang gemar balap liar ini. Untuk kemudian diberikan pembinaan-pembinaan yang bisa lebih mengarahkan minat mereka secara positif.

“Ke depannya kita akan berupaya untuk mendata pelaku-pelaku balap liar ini, dengan membangun komunitas yang lebih efektif. Dan akan kita lakukan pembinaan lebih detail,”katanya.