Rp6,2 Miliar Insentif Nakes Lobar Tahun 2020 Belum Terbayarkan

Nakes di Lobar saat mempersiapkan peralatan untuk rapid antigen acak di Senggigi. Sabtu (13/02/2021). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Sebanyak 2.477 tenaga kesehatan (Nakes) di Lombok Barat yang bertugas di 20 Puskesmas dan dua rumah sakit yang belum menerima insentif terhitung sejak Desember 2020 lalu. Diungkapkan oleh Sekretaris Dikes Lobar, Arief Suryawirawan bahwa insentif Nakes di Lobar yang belum dibayarkan pada 2020 sebesar Rp 6,2 miliar.

“Insentif yang belum dibayar dari bulan Desember 2020 itu untuk 20 Puskesmas dan RSAM Narmada. Tapi kalau RS Tripat itu belum dibayar sejak bulan September” beber Arief.

Sementara jumlah insentif yang sudah terbayarkan pada tahun 2020 lalu itu sebesar Rp 10,5 miliar. Sedangkan sisa yang belum terbayarkan masih harus menunggu hasil review dari Inspektorat untuk kemudian masuk dalam anggaran tahun 2021 ini.

“Untuk tahun 2020, insentif Nakes di 20 Puskesmas dan rumah sakit Awet Muda sudah dibayarkan selama sembilan bulan. Sementara rumah sakit Tripat hanya menerima insentif selama lima bulan” tuturnya.

“Kalau tahun 2020 yang sudah terbayarkan rata-rata sampai bulan Agustus”imbuhnya.

Pihaknya berharap, supaya pembayaran insentif Nakes yang belum terbayarkan pada tahun 2020 lalu dapat segera terselesaikan setelah pihaknya mengajukan itu tahun ini.

“Yang akan kita ajukan ini nantinya sekitar Rp 6 miliar, semoga bisa untuk membayarkan insentif teman-teman yang belum terbayarkan” harap Arief.

Kendati memang, disebutnya, rata-rata hampir semua daerah juga belum menerima bayaran itu. Lantaran terkendala aturan administratif dalam penganggaran.

Sementara itu, Direktur Utama RSAM Narmada, dr. Aan Putra Suryanatha  mengaku bahwa insentif Nakes yang bertugas di sana yang belum terbayarkan tahun lalu terhitung sejak Desember. Di mana ada 120 Nakes yang bertugas menangani covid-19 di sana.

“Anggaran insentif yang belum kami terima sejak bulan Desember tahun lalu itu sebesar Rp 567,67 juta” sebutnya.

Sementara dari bulan Maret hingga November tahun lalu, RSAM Narmada sudah menerima insentif sebesar Rp 3,138 miliar. Pihaknya pun kini tengah menunggu hasil pengajuan untuk pencairan insentif Nakes yang belum terbayarkan itu.

“Untuk pengajuan tahun ini, sekarang kami sedang data untuk kemudian akan kami ajukan” tandasnya.