Selama PPKM, Kepatuhan Prokes di Mataram Diklaim Meningkat

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) — Berdasarkan evaluasi dan penilaian Satgas Penanganan Covid-19 nasional, selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Mataram, berdampak baik pada penanganan Covid-19. Terutama tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan (Prokes) di Kota Mataram.

Dengan capaian tersebut, Walikota Mataram, H Mohan Roliskana meminta jajarannya maupun pihak terkait tidak lengah dan berpuas diri dengan capaian tersebut.

‘’Ini kan secara nasional yang menentukan zonasi ini terhadap posisi kita di zona hijau kepatuhan prokes. Kita dianggap cukup mampu mengajak masyarakat untuk taat melaksanakan protokol kesehatan,’’ ujarnya di Mataram, Selasa (3/8).

Capaian tersebut diikrarkan untuk terus dipertahankan karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Walikota pun memberikan apresiasi kepada warganya yang sudah beradaptasi dengan baik dengan taat menjalankan protokol kesehatan.

‘’Kami bersyukur masyarakat di Kota Mataram itu bisa beradaptasi dengan baik. Lalu menaati apa yang bisa menjadi aturan pemerintah untuk kesehatan dan keselamatan bersama. Saya sangat mengapresiasi semangat warga kita di Kota Mataram,’’ katanya.

Tugas Kota Mataram selanjutnya tidak hanya menjaga kepatuhan warganya. Tapi juga berupaya untuk ditingkatkan. ‘’ Kita akan berupaya dan tidak hanya terhenti dengan capaian yang sekarang,’’ imbuhnya.

Dari 104 kabupaten/kota, kepatuhan prokes terhadap pemakaian masker sebesar 92,52 persen. Capaian ini hasil penilaian Satgas Penanganan Covid-19 pusat tujuh hari terakhir. Selain itu, Kota Mataram juga masuk zona hijau kepatuhan prokes menjaga jarak.

Dari 108 Kabupaten/Kota, kepatuhan prokes khususnya jaga jarak di Kota Mataram mencapai 93,77 persen. Peningkatan kepatuhan ini berdampak pada menurunnya penularan kasus.

Untuk diketahui, jumlah penularan kasus Covid-19 per 2 Agustus 2021 yaitu sebanyak 4 orang dan sembuh sebanyak 14 orang serta satu orang meninggal dunia.