Home Berita Utama Sidak Beberapa Proyek Pembangunan, Pemda Lobar Temukan Ada yang Progresnya Masih Rendah

Sidak Beberapa Proyek Pembangunan, Pemda Lobar Temukan Ada yang Progresnya Masih Rendah

Bupati bersama dengan jajaran Pemda Lombok Barat saat Sidak memantau progres proyek pembangunan di bebera tempat. Selasa (22/09/2020). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Barat lakukan Sidak, pada hari Selasa (22/09/2020) untuk meninjau dan mengevaluasi proses pengerjaan beberapa proyek pembangunan yang ada di beberapa tempat. Dari hasil Sidak tersebut, ada yang progres pengerjaannya dinilai masih rendah.

Dalam hal ini, proyek pembangunan Kantor Dinas Dukcapil yang berlokasi di Dasan Geres dengan anggaran biaya sebesar Rp7,1 miliar lebih ini progresnya dirasa kurang memuaskan karena masih 12,20 persen.

Progres pengerjaan Kantor Disdukcapil ini dinilai minus sekitar 3,48 persen dari rencana pembangunan proyek yang saat ini seharusnya sudah mencapai 16,20 persen.

Proyek pembangunan Kantor Dukcapil yang anggarannya senilai Rp7,1 miliar ini dana pagunya sebesar Rp 8 miliar yang dialokasikan dari DAU. Dimana kontrak pengerjaan proyek ini akan berakhir pada 25 Desember 2020.

Kemudian, Sidak pembangunan proyek dilanjutkan ke Puskemas Banyumulek sesuai dengan kontrak akan dibangun dengan nilai Rp9,3 miliar dari dana pagu sebesar Rp9,5 miliar lebih yang dialokasikan dari DAK.

Progres pembangunan Puskemas Banyumulek ini dinilai sudah 32,49 persen. Ini melebihi dari rencana yang diperkirakan mencapai 27,37 persen. Sehingga terdapat deviasi positif hingga 5,12 persen. Dimana kontrak pengerjaan puskesmas ini akan berakhir pada 16 Desember 2020 mendatang.

Pada lokasi yang sama pula, Pemda juga membangun proyek rumah jabatan tenaga kesehatan yang saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 56 persen. Proyek pembangunan ini memiliki nilai kontrak seharga Rp787 juta lebih. Dimana dana pagu untuk pembangunannya sebesar lebih dari Rp 824 juta.

Sidak Pemda Lobar berakhir di peninjauan pembangunan Rumah Sakit Awet Muda di Narmada. Pembangunan di rumah sakit ini mencakup 5 proyek. Salah satunya yakni pembangunan dan rehabilitasi ruang operasi yang dianggarkan melalui DAK dengan nilai kontrak sebesar Rp9,1 miliar dari dana pagu yang dianggarkan sebesar Rp9,2 miliar.

Progres pembangunan dan rehabilitasinya ini sudah mencapai 52,89 persen dari rencana awal yang seharusnya saat ini baru mencapai 45,62 persen. Kontrak proyek pembangunan dan rehabilitasi ruang operasi Rumah Sakit Awet Muda ini akan berakhir pada 16 Desember 2020 mendatang.

Sementara untuk pembangunan dan rehabilitasi ruang rawat jalan di Rumah Sakit Awet Muda justru mengalami deviasi negatif. Karena progres pembangunannya saat ini baru mencapai 21,73 persen dari rencana progres yang seharusnya saat ini sudah mencapai 25,79 persen.

Sehingga pembangunan 4,05 persen pengerjaannya justru tidak tercapai. Dimana proyek ini dibiayai dengan anggaran sebesar Rp6,9 miliar dari dari pagu yang dianggarkan Pemda sebesar Rp7,7 miliar. Kontrak pembangunan proyek ini juga akan berakhir pada 16 Desember 2020 nanti.

Kemudian terkait dengan progres pembangunan ruang ICU/NICU Rumah Sakit Awet Muda ini sudah mencapai 42,72 persen yang kontrak pembangunannya sampai 18 Desember 2020 mendatang. Proyek pembangunannya dibiayai dari pinjaman daerah sebesar Rp5,3 miliar dari pagu yang direncanakan sebesar Rp5,8 miliar.

Proyek terakhir pembanguan di Rumah Sakit Awet Mudah ini adalah pembangunan rumah genset yang progresnya baru mencapai 13,91 persen. Pembangunannya memerlukan biaya sebesar Rp618 juta dari pagu yang direncanakan sebesar Rp814 juta. Kontrak pembangunan proyek ini akan berakhir pada 29 Desember 2020 nanti.

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Sumiatun memberi penegasan bahwa pihak rekanan atau kontraktor harus mengerjakan ini dengan cepat dan terstruktur agar proyek ini dapat diselesaikan dengan kualitas yang baik, serta sesuai dengan target yang telah disepakati bersama.

Pengerjaan berbagai proyek ini tentu harus menjadi atensi dan didukung berbagai pihak atau OPD terkait. Sehingga mereka juga memiliki tanggungjawab untuk tetap memantau progres pembangunan dan apa saja kendala yang dihadapi dalam prosesnya.

“Saya minta kepada pengawas dan juga OPD harus mengawasi progres proyek ini dengan ketat. Bila perlu mereka harus datang setiap hari untuk memeriksa materialnya,” tegas Wakil Bupati Lobar ini.

Dirinya menekankan supaya semua pihak dan OPD terkait tidak boleh lengah dalam melakukan pemantauan dan pengawasan proyek pembangunan ini.

“Karena kontraktor ini nantinya harus bertanggung jawab atas hasil kerjanya yang tidak boleh melenceng dari kontrak program yang telah disepakati,” imbuhnya.

Dirinya bahkan mengakui bahwa ia tidak akan segan-segan untuk menyemprot para kontraktor. Karena jangan sampai mereka bekerja melenceng dari perjanjian yang nantinya justru hanya akan menyusahkan daerah.

“Saya maunya rekanan ini kalau bisa bekerjanya seperti Sangkuriang yang membangun waduk dalam waktu hanya satu malam,” tegasnya.

Dirinya menyebutkan supaya itu menjadi motivasi para pihak yang terlibat dalam pengerjaan proyek ini agar mengerjakannya dengan cepat dan sungguh-sungguh.

“Tetapi pengawas proyek dan pekeja di lapangan tetap harus memperhatikan kualitas proyek, jangan hanya asal jadi saja,” tukasnya.

Tidak lupa juga, Wakil Bupati Lobar ini mengingatkan supaya para pekerja dan pengawas di lapangan untuk selalu mengutamakan keselamatan.

Kontraktor diwajibkan menyediakan alat pelindung diri untuk para pekerja dan memgharuskan para pekerjanya untuk menggunakan itu. Jangan sampai kelalaian pekerja untuk menggunakan alat pelindung diri ini justru membahayakan dirinya.

“Para pekerja ini harus tetap memakai helm di lokasi pembangunan. Dan jangan sampai lupa juga untuk menggunakan masker serta sarung tangan dan sepatu yang sesuai standar pekerjaan mereka, agar tetap aman,” tutupnya.