Stasiun Geofisika Mataram Imbau Warga Waspadai Sesar Lokal Rinjani

Mataram (Inside Lombok) – Sejak diguncang gempa Magnitudo 5.8 dengan pemutakhiran menjadi Magnitudo 5.4 pada Minggu (17/03/2019), telah terjadi 75 gempa di sepanjang patahan lokal di Gunung Rinjani yang menjadi penyebab gempa tersebut.

Kepala Stasius Geofisika Mataram, Agus Riyanto, menerangkan bahwa dari 75 gempa tersebut, ada tiga (3) gempa yang dirasakan dengan masing-masing Magnitudo 5.1, 5.4, dan 3.9.

“Saat ini menuju titik kesetimbangan dari aktivitas sesar lokal baru yg belum terpetakan sebelumnya. Untuk sampai setimbang maka masih ada energi kecil-kecil yang dilepaskan sampai batuan benar-benar setimbang atau normal,” ujar Agus kepada Inside Lombok, Rabu (20/03/2019) melalui pesan singkat.

Selain itu, Agus menerangkan bahwa aktivitas sesar lokal di Gunung Rinjani tersebut masih sedang dalam tahap identifikasi, sebab sesar tersebut belum pernah aktif sebelumnya.

“Tetap waspada karena pengalaman lalu (gempa akibat aktifnya sesar Flores, red.) masih mungkin ada gempa signifikan yang dirasakan. Karenanya tetap waspada,” tegas Agus.

Sebelumnya gempa Magnitudo 5.4 yang mengguncang Lombok pada 17 Maret 2019 lalu diketahui berpusat 20 Km ke arah utara Kota Selong, Lombok Timur sampai ke Kabupaten Lombok Utara.

Beberapa rumah dilaporkan roboh di wilayah Lombok Timur, serta puluhan orang luka-luka akibat tertimpa reruntuhan. Selain itu di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara terjadi longsor di air terjun Tiu Kelep yang menewaskan tiga (3) orang.