Terkendala Hujan, Pengerjaan Taman Loang Baloq Butuh Tambahan Waktu

Gambar desain Taman Loang Baloq setelah penataan. (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) – Pembenahan Taman Loang Baloq belum bisa mencapai 100 persen hingga batas kontrak 5 Desember mendatang. Untuk itu, tambahan waktu diakui sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek penataan taman kota tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Deny Cahyadi Jum’at (26/11) mengatakan, beberapa hari yang lalu capaian penataan Taman Loang Baloq sekitar 87 persen. Hingga 5 Desember mendatang, realisasi pembangunan salah satu destinasi wisata Kota Mataram tersebut diperkirakan hanya mencapai 98 persen.

“Itu tiga hari yang lalu saya dapat informasinya segitu. Mungkin sekarang sudah 90 persen. Deviasinya yang kemarin itu sudah ketutup,” katanya.

Diterangkan Denny, lambatnya pengerjaan Taman Loang Baloq terkendala musim hujan. Sehingga proses pengerjaan yang dilakukan tidak bisa maksimal. Upaya yang sudah dilakukan untuk mengejar target antara lain dengan penambahan jumlah pekerja dan lembur hingga malam hari.

“Karena mereka kan kendala mereka kemarin hujan. Tiap hari itu hujan. Walaupun malam mereka bekerja, tapi memang cuaca sangat merugikan mereka,” ujarnya.

Tambahan waktu yang bisa diberikan untuk menyelesaikan pengerjaan tersebut yaitu selama dua minggu. Dengan tambahan waktu tersebut, pengecatan dan penyelesaian lainnya diharapkan dapat sempurna.

“Paling nanti finishing saja dengan tambahan waktu itu, kemudian memperbaiki hal-hal yang kecil-kecil,” terangnya.

Sementara itu, llanjut Denny, proses yang sedang dikerjakan yaitu plaza dan pembangunan Menara. “Sekarang itu mereka fokus ke plazanya,” ucapnya. Setelah pembenahan Loang Baloq dilakukan, Dinas Pariwisata akan menunjuk Pokdarwis atau kelompok sadar wisata yang akan mengelola destinasi tersebut.

“Mereka setahun ini kita sudah libatkan pelatihan-pelatihan. Jadi bagaimana cara mengelola dan bagaimana cara manajemen satu Kawasan itu yang akan dicoba untuk dikelola,” ujarnya.

Disamping itu, Taman Wisata Loang Baloq setelah penataan ditargetkan memberikan tambahan PAD bagi Kota Mataram. Meskipun saat ini belum bisa diprediksikan berapa potensi PAD yang akan disumbang melalui salah satu destinasi wisata tersebut.

“Insyaallah akan ada tambahan. Belum ada bayangan sih berapa. Karena besaran sewa belum ditentukan,” pungkasnya. (azm)