Tiga Pekerja Migran Dipulangkan Usai Karantina

Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kota Mataram Mahfuddin Noor. (Foto: Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Satuan Tugas COVID-19 Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah memulangkan tiga pekerja migran Indonesia (PMI) yang datang dari luar negeri, karena sudah dinyatakan selesai menjalankan karantina selama lima hari di Wisma Nusantara.

“Dari empat PMI yang kami karantina, tiga orang yang merupakan kloter kedatangan (dari luar negeri) pertama hari ini sudah boleh pulang sebab hasil uji usap (swab test) mereka negatif COVID-19,” kata Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Rabu.

Sedangkan satu orang lagi yang datang pada kloter kedua, masih dikarantina dan menunggu uji usap COVID-19 tahap dua. “Apabila hasil uji usap tahap dua negatif COVID-19, PMI tersebut juga bisa pulang ke rumahnya,” katanya.

Menurutnya, empat PMI yang dikarantina di Wisma Nusantara tersebut datang dari negara Malaysia, sehingga sesuai dengan regulasi yang ada setiap PMI yang baru datang harus dikarantina selama lima hari sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Hal itu sebagai langkah pencegahan penyebaran COVID-19, meskipun mereka sudah mengantongi surat keterangan bebas COVID-19 dari negara asal.

“Begitu tiba di lokasi karantina, tim medis dari RSUD atau Dinas Kesehatan akan melakukan pemeriksaan serta pengambilan sampel uji usap tahap pertama,” katanya.

Selanjutnya, perkembangan kondisi kesehatan PMI dipantau terus untuk antisipasi adanya gejala terhadap indikasi terpapar COVID-19.

“Jika tidak ada gejala, maka pada hari keempat dilakukan swab test lagi untuk memastikan bahwa PMI itu benar-benar sehat dan bebas COVID-19. Setelah itu baru mereka boleh pulang (ke rumah asalnya),” katanya.

Dikatakan, untuk melakukan karantina terhadap para PMI yang baru tiba di Kota Mataram, Satgas COVID-19 bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) guna melakukan penjemputan PMI ke bandara ketika ada jadwal kedatangan penerbangan internasional.

“Dalam hal ini Disnaker bekerja sama dengan BP3TKI dan pemerintah pusat sehingga kepulangan PMI ini sudah terdata dan terkoordinir. Begitu tiba di bandara barulah kita identifikasi PMI asal Kota Mataram untuk kita bawa langsung ke wisma karantina,” katanya.