Tingkatkan Ekonomi, Industri Batu Mulia dan Akik NTB Perlu Digerakkan

32
Ilustrasi batu akik ( Image source : pelitariau.com)

Mataram (Inside Lombok) – NTB mempunyai daya saing pada produk batu-batuan, termasuk batu mulia maupun batu akik. Bahkan tidak kalah saing dengan batu mulia dan akik dari daerah lainnya. Apalagi dengan adanya industri untuk pengelolaan batu maka akan berdampak pada ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Zainal Abidin mengatakan beberapa waktu lalu ada gelaran pameran batu hias dan permata yang berlangsung selama lima hari dengan kapasitas 20 orang. Di mana ada dua kegiatan dilaksanakan, yakni di Lombok dan Bima.

Selama ini produk batu-batuan lebih banyak dikenal merek dari luar daerah. Padahal NTB memiliki batu mulia dan akik yang juga tidak kalah saing. Untuk itu perlu dibentuk organisasi yang menaungi pengelola batu agar dapat membranding produk mereka hingga memasarkan keluar.

“Kita harus membranding produk kita, jangan batu bacan sudah dibranding terus, batu panca warna Garut sudah dibranding. Sedangkan masih bagus kita punya, batu Nagaswi dan pancawarna Dompu,” ungkap Zainal Abidin, Jumat (20/5).

Diterangkan, jenis batu-batuan NTB dari Dompu itu yang akan dikirim ke Jakarta dalam bentuk bongkahan. Padahal jika diolah di sini bisa dalam bentuk mata cincin dan macam-macam. Sehingga dapat membranding sendiri produk olahan batu NTB.

“Untuk bisa membranding produk batu NTB, nanti kita bantu peralatan dengan swadaya dulu lah, apa yang kita punya kita keluarkan masing-masing,” ungkapnya.

Menurutnya, banyak produk batu mulia dan akik di NTB yang bisa dibranding. Terlebih jika ini terus berkembang maka sudah jelas akan memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat. Maka dari itu produk batu NTB harus punya identitasnya sendiri, khususnya agar memiliki identifikasi geografis.

Di sisi lain, langkah awal pembentukan organisasi batu mulia akan dikonsolidasikan pihaknya dengan para pengelola, maupun pencinta batu mulia dan akik di kabupaten/kota. Dengan begitu masing-masing kabupaten/kota bisa membentuk sendiri-sendiri organisasinya.

Nantinya mereka organisasi yang dibentuk diharapkan bisa mengakomodir semua pengelola batu mulia dan akik yang ada, sehingga dapat terbentuk sebuah industri batu. “Kami dari dinas terkait akan bergerak di hulunya, potensinya di mana. Pengolahan dan pemasarannya gimana,” ucapnya. (dpi)