Tipu Penyewaan Mobil dengan Alasan WSBK, Warga Loteng Jadi Buronan Polisi

Belasan mobil penggelapan yang diamankan Polres Mataram. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) -Tim Polres Mataram memburu seorang warga Lombok Tengah inisial (F) yang menjadi tersangka kasus penipuan dan penggelapan. F diketahui melakukan penggelapan untuk mobil sewaan dengan mengatasnamakan gelaran World Superbike (WSBK) yang akan digelar pada 19-21 November mendatang.

Kapolres Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi dalam keterangan resminya, Jumat (15/10) pagi menyampaikan saat ini F masih dalam proses pengajaran dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Dari penggelapan dan penipuan yang dilakukan polisi telah mengamankan 14 unit kendaraan roda empat pada 12 Oktober lalu.

“Dia warga Lombok Tengah. Saat ini masih dalam proses pencarian. Jadi barang buktinya tidak saja di Polres Mataram, tapi juga di Lombok Tengah,” ujar Heri.

Diterangkan, aksi penipuan pertama dilakukan F dengan alasan meminjam kendaraan. Setelah aksi pertama berjalan lancar, pelaku menggencarkan aksi kedua dengan cara menyewa mobil di tempat penyewaan. Alasannya yaitu event WSBK akan membutuhkan banyak mobil.

“Setelah aksi satu dan dua dilakukan, pelaku menggadaikan kendaraan tersebut ke pihak lain. Kerugian yang diakibatkan oleh tindakan pelaku yaitu sekitar Rp950 juta,” ungkap Heri.

Masa sewa mobil yang digelapkan oleh pelaku berbeda-beda. Mulai sebulan hingga dua bulan. Sebelumnya F sudah membayar sewa secara kredit selama dua kali.

“Pada bulan ketiga pelaku menghilang. Ada ini yang paling lama enam dan ada yang sudah empat bulan,” ujarnya. Setelah itu, lanjut Heri, kendaraan sudah tidak dikembalikan lagi oleh pelaku dalam waktu yang cukup lama.

Adapun yang menjadi korban penggelapan dan penipuan kendaraan roda empat ini yaitu warga dari Kota Mataram dan Lombok Tengah. Barang bukti yang saat ini diamankan antara lain 14 unit kendaraan roda empat dengan berbagai merk atau tipe. Misalnya, mobil Avanza, Calya, Xenia, open cap, Agya, Brio, dan Swift.