Transfer Uang dari PMI di Luar Negeri Sebesar Rp100 Miliar dalam Lima Bulan

Mataram (Inside Lombok) – Transaksi transfer dana dari luar negeri atau remitansi pada kuartal I tahun 2021 dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat tercatat mencapai Rp 100 miliar.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB I Gede Putu Aryadi. Menurutnya, jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring banyaknya jumlah PMI asal NTB yang masih mengadu nasib diluar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan negara-negara di kawasan Asia maupun Timur Tengah lainnya.

“Total remitansi yang masuk selama triwulan I sekitar Rp100 miliar. Itu laporan dari bank dan ini modal bagi PMI,” tuturnya saat dihubungi via telepon, Rabu (2/6/2021).

Ia mengatakan, besarnya remitansi dari PMI tersebut memiliki kontribusi besar bagi peningkatan ekonomi di daerah, terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19. Meskipun demikian, hingga saat ini jumlah PMI yang pulang ke NTB terus meningkat. Yakni di angka 13.541 orang yang dimana 32 orang diantaranya dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Dari jumlah tersebut, terdiri dari PMI non prosedural sebanyak 4.112 orang, pemulangan prosedural 9.330 orang, dan jumlah pemulangan jenazah 32 orang.

“Kepulangan mereka tentu bukan tanpa sebab. Selain karena Covid-19 juga karena kontrak telah habis dan sebagiannya karena tanpa prosedur. Sedangkan 32 yang meninggal rata-rata karena sakit,” terangnya.

Dari sepuluh kabupaten/kota di NTB, pemulangan PMI terbanyak berasal dari Kabupaten Lombok Timur dengan jumlah sekitar 5.800 orang, Lombok Tengah 4.520 orang, Lombok Barat 1.597 orang, Sumbawa Besar 596 orang, dan Lombok Utara 299 orang. Sementara PMI asal Kota Mataram 237 orang, Sumbawa Barat 190 orang, Kabupaten Bima 181 orang, Dompu 96 orang, dan 19 orang berasal dari Kota Bima.

“Berdasarkan negara penempatannya, yang terbanyak itu dari Malaysia sebanyak 10.339 orang, Saudi Arabia 1.871 orang, Amerika 499 orang, Brunei Darussalam 231 orang, dan Singapura 129 orang,” jelasnya.

Gede berharap, kepulangan PMI ini mampu menciptakan lapangan kerja baru. Karena mereka sudah memiliki modal dan pengalaman yang dimiliki.

Transfer Uang dari PMI di Luar Negeri Sebesar Rp100 Miliar dalam Lima Bulan